BELAJAR BAHASA ARAB DARI AL-QUR’AN & HADITS

Shahih BukhariKaidah bahasa Arab bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Para ulama membuat kaidah bahasa Arab dengan melakukan penelitian terhadap kata-kata yang terdapat dalam Al-qur’an dan Hadits. Dari hasil pengkajian terhadap keduanyalah kemudian lahir ilmu-ilmu tata bahasa Arab yang ada sekarang ini.

 

Al-Qur’an dan Al-Hadits bisa dijadikan sarana yang efektif bagi pemula untuk memahami kaidah bahasa Arab yang sedang dipelajari. Keduanya bisa dijadikan sebagai sarana berlatih mempraktikkan kaidah Nahwu-Shorof yang sudah dipelajari. Minimal, ada tiga macam latihan yang bisa menggunakan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai sarana belajar: Latihan baca kitab, latihan menerjemahkan, latihan i’rob.

 

>>> Latihan Baca Kitab

Menurut saya, bagi pelajar pemula yang ingin bisa baca kitab gundul dengan lancar, hendaknya terlebih dahulu untuk berlatih membaca kitab bahasa Arab yang berharokat. Tujuannya ialah untuk memperlancar lidah mengucapkan huruf-huruf Arab. Sehingga sangat tepat jika mereka memulainya dengan membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sebab keduanya sekarang ini sudah diberi harokat lengkap.

 

Orang yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an dan lancar membacanya, insya Allah akan sangat terbantukan nantinya dalam membaca huruf-huruf Arab yang ada dalam kitab gundul. Apalagi jika dia sudah terbiasa membaca kitab-kitab hadits yang berharokat. Tentu akan sangat terbantukan sekali.

 

Berbeda halnya dengan orang yang baca Al-Qur’annya saja masih terbata-bata. Jangankan kitab bahasa Arab yang gundul, yang sudah berharokat pun kadang masih sulit mengucapkannya.

 

 

 

>>> Latihan Menerjemahkan

Al-Qur’an sekarang sudah diterjemahkan. Kitab-kitab hadits pun sekarang sudah diterjemahkan. Dari kitab hadits yang ringkas seperti Kitab Al-‘Arba’in An-Nawawiyyah hingga kitab hadits yang tebal-tebal semisal kitab Shahih Al-Bukhari. Sehingga, kita bisa jadikan sarana untuk berlatih menerjemahkan.

 

Caranya tentu kita semua sudah tahu. Misalnya, kita ambil satu ayat al-Qur’an atau hadits. Awalnya tidak kita lihat terjemahannya terlebih dahulu. Kita coba terjemahkan sendiri berdasarkan ilmu kaidah bahasa Arab yang sudah kita pelajari. Jika ada kata-kata yang belum kita tahu, kita cari dalam kamus.

 

Dengan semakin sering berlatih, insya Allah kualitas terjemahan kita akan semakin bagus. Mufrodat kita pun akan semakin banyak. Sehingga dengan begitu, akan sangat bermanfaat bagi kita untuk bekal membacak kitab-kitab gundul karya para ulama nantinya.

 

 

>>> Latihan I’rob

Untuk bisa mengi’rob, kita harus tahu terlebih dahulu kedudukan sebuah kata serta keadaan harokat akhir katanya. Dalam Al-Qur’an dan Hadits terjemahkan, kita sudah disuguhkan terjemahannya sehingga bisa membantu kita untuk menentukan kedudukan kata itu dalam kalimat. Dalam Al-Qur’an dan Hadits juga sudah diberikan harokatnya dengan lengkap. Tinggal kita analisa sendiri berdasarkan ilmu kaidah bahasa Arab yang sudah kita pelajari.

 

Jika kita sudah tahu kedudukan kata beserta keadaan harokat akhirnya, maka akan dengan mudah bagi kita untuk mengi’robnya. Jika kita sudah terbiasa mengi’rob ayat Al-Qur’an dan hadits, insya Allah akan sangat memudahkan kita saat mengi’rob kitab-kitab gundul yang nantinya akan kita baca.

 

Demikisan saja. Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Selamat berlatih!

 

Sabtu, 11 Jumadil Ula 1434 H/ 23 Maret 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: