HOBI MENGUMPULKAN KITAB

semangkaherukIlmu Nahwu & Shorof ini luas. Sehingga tidak mungkin bisa tercover dalam satu kitab saja. Butuh banyak kitab untuk mejabarkannya secara lengkap.  Dan jika kita ingin mendapatkan penjelasan secara lengkap seputar ilmu Nahwu dan Shorof, kita harus mengkajinya dari banyak kitab. Tidak cukup dengan mempelajari satu kitab saja.

Dalam hal ini, kita bisa mencontoh kebiasaan para santri di pondok pesantren. Mereka biasanya hobi mengumpulkan kitab. Mereka tidak mencukupkan diri dengan satu buah kitab yang dijadikan panduan di kelas. Tapi mereka berusaha pula untuk mencari ilmu tambahan di kitab-kitab lain.

Kebiasaan ini pernah saya lihat langsung pada beberapa kawan yang mondok di beberapa pondok pesantren. Ada yang belajar bahasa Arabnya di pondok menggunakan kitab Al-Mukhtarot dan Al-Mulakhosh. Namun mereka juga punya kitab lainnya, seperti kitab Syarah Qothrun Nada, Al-Ajurrumiyyah, Al-Hulal, Jami’id Durus, dll.

Saya pun memiliki kebiasaan ini saat awal-awal belajar bahasa Arab. Saya sangat hobi mengumpulkan kitab-kitab panduan belajar bahasa Arab. Ketika saya sedang berkunjung ke toko buku dan melihat ada kitab kaidah bahasa Arab yang menurut saya bagus, sayapun langsung membelinya. Ketika ada teman yang memiliki kitab kaidah bahasa Arab yang bagus dan tidak ada di toko buku, saya pun kemudian tertarik untuk meminjam dan memfotokopinya. Entah sudah berapa kitab yang saya punya waktu itu. Belasan jumlahnya.

Alhamdulillah, hobi saya ini sangat membantu dalam memahami bahasa Arab. Terkadang, saat ada materi yang belum saya fahami penjelasannya dalam sebuah kitab, saya dapati penjelelasan yang lebih mudah difahami di kitab lainnya. Saya juga jadi banyak belajar tentang sistematika penjelasan kaidah bahasa Arab yang efektif untuk pemula. Sehingga akhiranya, saya bisa menulis SERIAL KITAB FAHIMNA (Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak).

Namun saya ingatkan kepada Anda yang baru awal-awal belajar bahasa Arab. Silakan Anda mengumpulkan banyak kitab. Namun saat belajar, fokuskan saja pada satu kitab dasar terlebih dahulu. Fahami dengan baik. Ulang-ulang hingga benar-benar faham. Baru setelah itu pelajari kitab-kitab lainnya.

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Bogor, Ahad pagi 12 Jumadil Ula 1434 H/ 24 Maret 2013

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: