LATIHAN TASHRIF

COVER SHOROF DASARDalam ilmu shorof  kita akan diajarkan cara mentashrif. Mentashrif maksudnya mengubah kata menjadi kata lain yang memiliki pengertian bermacam-macam. Dari satu kata nantinya bisa kita ubah menjadi puluhan kata yang berbeda arti, namun masih memiliki akar kata yang sama.

Misalnya, dari kata “ضرب” (Dia telah memukul) bisa diubah menjadi: “ضارب” (Yang memukul), “مضروب” (Yang dipukul), “مضرب” (Alat memukul), “تضرب” (Kamu sedang memukul), “اضرب” (pukullah), dll.

Belajar ilmu Shorof sebenarnya bisa dibilang “gampang-gampang susah”. Dibilang gampang karena memang tidak sulit dalam memahaminya. Bahkan –menurut saya- jauh lebih mudah memahami ilmu Shorof dibanding ilmu Nahwu. Tugas utama kita hanyalah menghafal pola-pola pembentukan kata. Ini letak mudahnya.

Namun, oleh sebagian orang sepertinya ilmu Shorof itu susah untuk dipelajari. Terutama bagi mereka yang memiliki daya hafal lemah. Kenapa? Sebab dalam ilmu Shorof ada banyak pola pembentukan kata yang harus kita hafal. Sehingga tentu akan sangat berat terasa bagi orang-orang yang lemah daya hafalnya. Seperti misalnya orang-orang yang sudah lanjut usia.

Sehingga hal ini sempat membuat bingung seorang kawan pengajar bahasa Arab. Dia pernah curhat kepada saya. Dia mengajar bahasa Arab kepada orang-orang tua.

“Masak ane harus nyuruh mereka ngafalin tashrif….!” ucapnya.

>>> Bertahap

Ketika awal belajar ilmu Shorof, saya juga merasakan berat. Untuk memahami pembahasannya sih mudah. Namun saya berat dalam menghafal pola-pola pembentukan katanya. Maklumlah, daya hafal saya tidak terlalu bagus.

Namun alhamdulillah, sedikit demi sedikit akhirnya semua pola-pola kata yang penting bisa saya hafal. Waktu itu saya belajar dari buku Kitabut Tashrif. Saya pelajari sendiri kitab itu dari awal. Saya pelajari setahap demi setahap. Hingga akhirnya kitab itu bisa saya selesaikan dengan baik. Dan setelah menyelesaikan kitab ini, saya pun merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Membaca kitab gundul jadi lebih mudah.

Jadi, inilah cara paling efektif dalam mempelajari ilmu Shorof menurut saya. Yaitu dengan mempelajarinya secara bertahap. Sedikit demi sedikit kita pelajari dan hafalkan pola-pola pembentukan kata. Insya Allah, jika kita mau bersabar, lama-kelamaan kita akan hafal juga semua pola yang perlu dan penting kita hafal sebagai bekal menguasai bahasa Arab.

>>> Suarakanlah

Kemudian, diantara cara paling efektif dalam menghafal tashrif adalah dengan menyuarakannya. Tidak menghafalnya dalam hati. Tapi, hafalkanlah pola-pola kata itu dengan suara keras (Tapi dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan).

Hafalkan secara berulang-ulang. Awalnya dengan kecepatan yang pelan. Kemudian lebih cepat dan lebih cepat lagi hingga benar-benar hafal dan fasih dalam mengucapkannya. Lebih bagus lagi dengan dituliskan juga. Agar hafalan semakin mantap.

>>> Intisari Ilmu Shorof

Setelah mempelajari ilmu Shorof dan beberapa kali diminta mengajar, maka saya pun kemudian berfikir. Bagaimana caranya untuk bisa mempermudah para pelajar pemula dalam menghafal pola-pola kata yang sedemikian banyaknya. Hal ini terus menjadi fikiran saya waktu itu.

Setelah membaca beberapa referensi, maka saya pun kemudian menyimpulkan bahwa sebenarnya inti dari ilmu Shorof itu terdapat pada TASHRIF MENDATAR dari 22 BAB yang ada dalam ilmu Shorof. Dengan menghafal TASHRIF MENDATAR dari ke-22 BAB ini, insya Allah akan sangat memudahkan dalam menghafal pola-pola kata lain yang menjadi turunannya.

Kemudian, saya buat ringkasan TASHRIF MENDATAR dari ke-22 BAB ini dalam selembar kertas. Kemudian saya uji cobakan kepada murid-murid saya di kelas bahasa Arab yang saya asuh. Alhamdulillah berhasil. Mereka jadi terbantukan dalam menghafal pola-pola kata yang lain. Jika mereka ingin muroja’ah, mereka tinggal lihat selembar kertas saja yang berisi INTISARI ILMU SHOROF. Dengan membaca selembar kertas ini, mereka tidak perlu membuka-buka buku Shorof yang ukurannya cukup tebal.

Demikisan saja. Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Selamat berlatih!

 

Senin, 13 Jumadil Ula 1434 H/ 25 Maret 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: