JANGAN KEBABLASAN

melonKita harus selalu ingat bahwa bahasa Arab adalah sarana untuk meraih tujuan yang agung. Bahasa Arab adalah bekal untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga, jika bekal kita sudah cukup untuk dipakai meraih tujuan, maka selanjutnya kita fokuskan pada pencapaian tujuan.

Terkadang ada orang yang kebablasan dalam belajar bahasa Arab. Mereka begitu keasyikan dalam belajar bahasa Arab sehingga lupa tujuan semula. Mereka sibukkan mempelajari kitab-kitab kaidah Nahwu dan Shorof. Bahkan sampai berkali-kali mempelajarinya. Kitab-kitab kaidah dari berbagai tingkatan sering mereka buka. Namun, mereka malah jarang membaca dan mengkaji Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab ulama berdasarkan ilmu bahasa Arab yang mereka punya.

Hal ini tentu saja keliru. Keadaan mereka yang seperti ini seperti orang yang ingin memetik buah di atas pohon yang tinggi. Mereka tidak sanggup memetiknya kecuali dengan alat. Lantas mereka pun mencari ke sana kemari alat untuk memetik buah itu. Akhirnya, didapatlah galah panjang yang cukup untuk digunakan memetik buah. Namun, bukannya galah itu digunakan untuk memetik buah. Mereka malah sibuk menghias galah itu agar terlihat indah.

Oleh karena itu, perlu untuk diperhatikan oleh kita semua yang sedang belajar bahasa Arab. Pelajarilah bahasa Arab dengan sungguh-sungguh. Pelajari secara bertahap dari dasar. Kemudian, ketika kita sudah faham, pergunakan ilmu bahasa Arab kita itu untuk mencapai target yang kita inginkan. Yaitu yang paling penting adalah untuk memahami Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab ulama.

Lalu, kapan seeorang dikatakan cukup mempelajari bahasa Arab?

Ada yang mengatakan bahwa seseorang sudah cukup dalam belajar bahasa Arab jika sudah menyelesaikan kitab tingkat lanjutan. Ada seorang ulama yang mengatakan, jika seseorang sudah memahami kitab Syarah Qothrun Nada karya Ibnu Hisyam rahimahullah (kitab Nahwu tingkat menengah), maka sudah cukup untuk digunakan mengkaji kita-kitab ulama. Adapun kitab Nahwu tingkat tinggi (Seperti kitab Alfiyah) sifatnya hanya pelengkap saja. Bisa dipelajari sambil mengkaji kitab-kitab ulama.

Namun intinya, jika ilmu bahasa Arab yang Anda miliki sudah bisa membuat Anda sanggup membaca kitab-kitab gundul dari para ulama, maka sudah cukup ilmu itu bagi Anda. Selanjutnya Anda fokuskan diri Anda pada pengkajian kitab. Baca dan pelajari kitab-kitab para ulama. Mulailah dari kitab-kitab yang ringkas terlebih dahulu. Sambil mengkaji kitab, Anda bisa perdalam ilmu bahasa Arab Anda dengan mempelajari kitab kaidah tingkat tinggi.

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Bogor, Senin sore 13 Jumadil Ula 1434 H/ 25 Maret 2013

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: