CATATAN ILMU NAHWU 2: TENTANG HURUF “LI”

INGIN MENDOWNLOAD ARTIKEL INI dalam BENTUK PDF?

KLIK DI SINI!

Berikut ini beberapa catatan penting tentang huruf “LI” (لِ) yang perlu untuk diketahui, terutama bagi pelajar pemula:

1. Huruf LI (لِ) BIASA diterjemahkan: UNTUK, BAGI, KEPADA, MILIK, HENDAKLAH.

“اَلْحَمْدُ لِلهِ” (Segala pujian adalah MILIKI Allah).

2. Huruf LI bisa berfungsi sebagai: HURUF JAR, HURUF NASHOB, & HURUF JAZEM. Lihat PENJELASAN RINCINYA di KITAB FAHIMNA dan kitab-kitab Nahwu lainnya.

3. LI berfungsi sebagai HURUF JAR jika kata setelahnya berupa ISIM. Dengan adanya LI, maka ISIM yang terletak setelahnya menjadi MAJRUR. Diantara cirinya ialah berharokat akhir KASROH.

“هَذَا الْبَيْتُ لِزَيْدٍ” (Rumah ini MILIK Si Zaid)

“قُلْتُ لِحَسَنٍ” (Aku telah berkata KEPADA  Hasan)

“ذَهَبْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ لِلصَّلَاةِ” (Aku pergi ke masjid UNTUK sholat)

4. LI yang berfungsi sebagai HURUF JAR bisa bermakna: MILIK, KEPADA, UNTUK (Lihat kembali contoh di atas). Kita bisa membedakannya dengan cara memahami konteks kalimatnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, kita harus BANYAK PUNYA MUFRODAT.

5. Huruf LI yang berfungsi sebagai HURUF JAR, jika bersambung dengan ISIM yang BERALIF-LAM, maka huruf ALIF dari ISIM itu harus dibuang. Lihat penjelasannya di BAGIAN PENDAHULUAN dari KITAB FAHIMNA TINGKAT PEMULA.

“لِلهِ” (Milik Allah), asalnya adalah “ل + الله”

“لِلْمُسْلِمِ” (Miliki orang Muslim), asalnya adalah “ل + المسلم”

6. Huruf LI yang berfungsi sebagai HURUF JAR, jika bersambung dengan DHOMIR (Ingat !!! Dhomir termasuk ISIM MABNI), maka HAROKATNYA berubah jadi FATHAH. Kecuali, jika bersambung dengan DHOMIR YA MUTAKALLIM, harokat LI tetap KASROH.

“لَهُ” (Untuk dia)

“لَكَ” (Untuk kamu)

“لِيْ” (Untuk saya)

7. LI berfungsi sebagai HURUF NASHOB & HURUF JAZEM jika kata yang terletak setelahnya adalah FI’IL MUDHORE.

8. Jika LI berfungsi sebagai HURUF NASHOB, maka FI’IL MUDHORE yang terletak setelahnya menjadi MANSHUB. Diantara cirinya ialah dengan diberi HAROKAT FATHAH. Biasanya LI HURUF NASHOB diterjemahkan “UNTUK/AGAR”

“اِسْأَلْ لِتَفْهَمَ الدَّرْسَ” (Bertanyalah AGAR engkau faham pelajaran itu)

9. Jika LI berfungsi sebagai HURUF JAZEM, maka FI’IL MUDHORE yang terletak setelahnya menjadi MAJZUM. Diantara cirinya ialah dengan diberi HAROKAT SUKUN. Biasanya LI HURUF JAZEM diterjemahkan “HENDAKLAH”. Huruf LI ini biasanya juga dinamakan HURUF LAM AMER, yaitu HURUF LAM yang berfungsi untuk memerintah. Dan biasanya bersambung denga huruf FA (Arti: MAKA). Jika bersambung sebelumnya dengan HURUF FA, maka harokat LI berubah jadi SUKUN.

“لِيُنْفِقْ ذُوْ مَالٍ” (HENDAKLAH berinfaq orang yang memiliki harta)

“إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ” (Jika salah seorang dari kalian marah, HENDAKLAH dia diam!)

Karena HURUF LI sering dijumpai dalam tulisan-tulisan berbahasa Arab, maka FAHAMI penjelasan di atas dengan baik. Kemudian lihat penerapannya di dalam Al-Qur’an, Al-Hadits, dan KITAB ulama yang kita baca.

Demikian saja. Wallahu a’lam.

Bogor, Waktu Dhuha 23 Jumadal Ula 1434 H/4 April 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie.

Muhammad Mujianto Al-Batawie (Penulis SERIAL KITAB FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

 JIKA MASIH ADA YANG BELUM JELAS DARI MATERI DI ATAS,

SILAKAN KLIK DI SINI!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: