INI BARU YANG NAMANYA BELAJAR……. (KISAH UMMAHAT PEMBACA KITAB FAHIMNA)

serius belajarYang belajar menggunakan KITAB FAHIMNA berasal dari berbagai kalangan. Ada yang tua, ada yang muda. Ada yang pria, ada yang wanita. Ada yang dari pulau Jawa, ada juga yang dari luar Jawa (Seperti: Lampung, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dll.). Bahkan ada juga yang berasal dari luar Indonesia.

Diantara yang belajar menggunakan KITAB FAHIMNA adalah seorang Ummahat. Ummahat ini mengaku telah mempelajari beberapa buku kaidah bahasa Arab. Dari yang tingkat dasar hingga lanjutan. Beliau juga telah mempelajari praktik baca kitab (Tadriibul Qiroo-ah). Namun, beliau masih merasa kesulitan untuk meng-i’rob sebuah kata. Oleh karena itulah beliau kemudian tertarik untuk mempelajari Kitab Fahimna.

Beliau memesan langsung KE-6 SERIAL KITAB FAHIMNA. Dan ke-6 kitab itu langsung saya kirim setelah ada konfirmasi pembayaran. Alhamdulillah sampai dengan selamat.

Karena beliau telah cukup banyak membaca buku-buku kaidah, maka hampir semua materi dalam kitab fahimna sudah beliau pelajari. Beliaupun kemudian meminta untuk dilakukan latihan-latihan. Beliau ingin bisa meng-i’rob dengan baik.

Saya pun setuju untuk diadakan latihan. Dan saya mempersilakan kepada beliau untuk memilih cara yang paling mudah. Kemudian beliau pun mengusulkan untuk latihan lewat email.

Jadi caranya begini. Beliau memilih kitab hadits Arba’in karya Imam Nawawi rahimahullah sebagai sarana untuk latihan i’rob. Beliau pilih haditsnya, kemudian beliau tulis i’robnya di atas kertas. Setelah itu kertasnya beliau scan dan dikirim lewat email dalam bentuk PDF.

latihan i'rob1

Terkirimlah kertas latihan dari beliau. Setelah saya download, saya pun membukanya dan mulai mengoreksinya. Hasil koreksiannya saya bentuk jadi PDF dan saya kirim lewat email.

latihan i'rob2

Beliau kemudian membacanya kembali. Lalu, beliau menanyakan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti. Beliau juga menanyakan sebuah buku rujukan yang saya rekomendasikan di KITAB FAHIMNA. Beliau ingin memilikinya sebagai tambahan referensi.

FAIDAH:

Sengaja saya sampaikan kisah ini agar kita semua bisa mengambil faidahnya. Saya Cuma ingin memberi contoh bahwa beginilah seharusnya seorang penuntut ilmu itu. Harus serius dan sungguh-sungguh. Dan keseriusan itu dibuktikan dalam tindakan nyata.

Seperti yang dilakukan ummahat itu. Dia banyak beli buku panduan, kemudian mempelajarinya, kemudian menanyakan hal-hal yang belum dimengerti kepada orang-orang yang bisa dijadikan tempat bertanya.

Berdasarkan pengalaman saya belajar dan mengajar, pelajar seperti inilah yang biasanya “jadi”. Kawan-kawan saya yang belajar bahasa Arab, banyak yang gagal. Dan kelihatan memang. Mereka itu kurang serius dalam belajar. Adapun yang berhasil, mereka adalah orang-orang yang serius belajarnya. Sungguh-sungguh. Nggak main-main.

Jadi, kalau kita mau berhasil belajar bahasa Arab, kita harus serius. Belajar dengan baik, kerjakan latihan-latihan, muroja’ah, dan tanyakan hal-hal yang masih bingung.

Ini baru yang namanya belajar……

Demikian saja. Wallahu a’lam.

 

Jakarta, 26 Jumadal Ula 1434 H/ 7 April 2013

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: