ALASAN BELAJAR BAHASA ARAB: AGAR KITA MENJADI HAMBA YANG BERBAKTI

bunga ungu2Misalnya begini. Misalnya Si A memiliki orang tua yang sungguh baik luar biasa. Orang tuanya telah merawatnya sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Orang tuanya juga telah memberikan apa saja yang dibutuhkan oleh Si A.

Lalu suatu hari, orang tua Si A memintanya untuk melaksanakan sebuah tugas. Sebuah tugas yang Si A sanggup untuk mengerjakannya dan mudah pula untuk mengerjakannya.

Namun, apa yang kemudian dilakukan oleh Si A ini? Dia meremehkan tugas yang diberikan orang tuannya. Dia mengerjakannya sambil lalu saja. Dia melaksanakannya tidak serius.

Maka, pantaskan Si A disebut sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya? Tentu tidak, bukan? Bahkan Si A lebih pantas disebut sebagai anak yang durhaka!

Nah, sekarang mari kita lihat keadaan diri kita masing-masing. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.

Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

(QS. At-Tiin: 4)

            Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah mencurahkan begitu banyak nikmat yang kita tak sanggup untuk menghitungnya.

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”

(QS. Ibrahim: 34)

            Lalu, Allah Subahahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

(QS. Adz-Dzaariyaat [51]: 56).

 

 

Maka, apakah yang kita lakukan kemudian? Sudahkah kita melaksanakannya dengan sebaik-baiknya?

Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk shalat dengan khusyuk, sudahkah kita melaksanakannya dengan baik? Sudahkah kita shalat sesusai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam? Sudahkah kita faham dengan bacaan-bacaan yang kita ucapkan saat shalat?

Kemudian, tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk merenungi Al-Qur’an dan juga untuk banyak berdzikir kepadanya, sudahkah kita melaksanakannya dengan baik pula? Sudahkah kita faham bacaan dzikir yang selalu kita lafazkan? Sudahkah kita faham makna ayat-ayat Al-Qur’an yang selalu kita baca?

Jika jawabnya adalah “BELUM”, maka pantaskah kita disebut sebagai hamba yang berbakti?

Maka, saatnya kita untuk BELAJAR BAHASA ARAB agar kita bisa melaksanakan ibadah yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya.

 

Bogor, Rabu Waktu Dhuha 29 Jumadal Ula 1434 H/10 April 2013

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: