BELAJAR BAHASA ARAB SAMBIL BERJALAN MENUJU MASJID

anggurJika kita serius ingin belajar bahasa Arab dan ingin bisa menguasainya, kita harus mau untuk berlatih dan terus berlatih. Tidak hanya berlatih di rumah. Tapi di setiap waktu dan kesempatan kita bisa gunakan untuk melatih kaidah-kaidah bahasa Arab yang telah kita pelajari. Misalnya saat kita berjalan menuju masjid.

Sambil berjalan, kita bisa muroja’ah kaidah nahwu yang sudah kita pelajari. Kita bisa gunakan “doa menuju masjid” sebagai sarana belajar.

Doanya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَفِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُورًا وَمِنْ أَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا. اللَّهُمَّ أَعْطِنِى نُورًا

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya”

(HR. Muslim no. 763 dan Abu Dawud no. 1340, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu)

>>> Memetik Pelajaran

Dari do’a ini, kita bisa mengambil beberapa pelajaran terkait pelajaran kaidah bahasa Arab (Nahwu-Shorof) yang sudah kita pelajari. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ketika mengucap “اللَّهُمَّ”, kita coba ingat pembahasan MUNADA dalam ilmu Nahwu. Kita coba kembali ingat-ingat bahwa “اللَّهُمَّ” berasal dari kata “يا + الله”. (Pembahasan MUNADA ada di KITAB FAHIMNA NAHWU TINGKAT LANJUTAN)
  2. Dari do’a ini kita mendapatkan pelajaran bahwa setelah “اللَّهُمَّ” biasanya akan terdapat FI’IL AMER, yaitu KATA KERJA PERINTAH yang di sini maknanya adalah PERMOHONAN. Dan hal ini bisa kita jumpai pada banyak do’a yang menggunakan kata “اللَّهُمَّ” di awalnya. Jadi, setelah kata “اللَّهُمَّ”, kita bisa bersiap-siap untuk membaca FI’IL AMER. (Penjelasan FI’IL AMER dan cara membentuknya bisa dilihat di KITAB FAHIMNA TINGKAT PEMULA bagian ILMU SHOROF)
  3. Do’a ini mengajarkan kita tentang FUNGSI HURUF JAR, yaitu MEN-JAR-KAN (atau mengkasrohkan) kata yang terletak setelahnya. Perhatikan kata setelah huruf jar “في” dan “من”.
  4. Doa ini mengajarkan kita cara menyambung ISIM dengan DHOMIR YA MUTAKALLIM. Sebagaimana telah kita ketahui, setiap ISIM yang bersambung dengan DHOMIR YA MUTAKALLIM, maka harokat akhirnya harus dikasroh. Seperti misalnya “بَيْتِيْ” (Rumahku), “مَدْرَسَتِيْ” (Sekolahku), dll. (Penjelasan tentang DHOMIR bisa dibaca di KITAB FAHIMNA TINGKAT PEMULA).
  5. Doa ini juga mengajarkan kita tentang 4 ZHOROF MAKAN (KETERANGAN TEMPAT), yaitu “خَلْفَ” (Belakang), “أَمَامَ” (Depan), “تَحْتَ” (Bawah), dan “فَوْقَ” (Atas). Mestinya ZHOROF MAKAN berharokat fathah karena manshub. Namun, karena bersambung dengan YA MUTAKALLIM dan sebelumnya juga ada HURUF JAR, maka harus DIKASROHKAN. (Penjelasan tentang ZHOROF MAKAN bisa dibaca di KITAB FAHIMNA NAHWU TINGKAT DASAR)
  6. Doa ini mengajarkan kita tentang penggunaan FI’IL MUTA’ADDI yang menashobkan dua maf’ul bih. Yang pertama fi’il “جَعَلَ” (Menjadikan), dan yang kedua fi’il “أَعْطَي” (Memberikan). Perlu diketahui bahwa fi’il “جَعَلَ” menashobkan dua maf’ul bih yang berasal dari mubatada dan khobar, sedangkan fi’il “أَعْطَي” menashobkan dua maf’ul bih yang bukan berasal dari mubtada dan khobar. (Penjelasannya bisa dibaca di KITAB FAHIMNA NAHWU TINGKAT LANJUTAN)
  7. Doa juga mengajarkan kita bahwa FI’IL MADHI/MUDHORE MU’TAL AKHIR, saat diubah menjadi FI’IL AMER maka huruf illatnya harus dibuang. Misalnya “أَعْطَى – يُعْطِي – أَعْطِ” (Berikanlah!), “دَعَى – يَدْعُو – اُدْعُ” (Mintalah), dll.
  8. Doa ini juga mengajarkan kita bahwa FI’IL yang bersambung dengan DHOMIR YA MUTAKALLIM, maka harus ditengahi oleh NUN WIQOYAH, yaitu nun yang menjaga agar FI’IL tidak berharokat kasroh “أَعْطِنِى”.
  9. Dll.

>>> Latihan Menerjemahkan

Lewat doa ini, kita juga bisa berlatih menerjemahkan tulisan berbahasa Arab. Sambil kita ucapkan doa dengan lisan kita, hati kita juga menghadirkan maknanya. Kita artikan kata perkata. Dengan begitu, kita akan mendapatkan tambahan banyak mufrodat (kosa kata) baru. Dan yang terpenting dari itu semua, doa kita akan lebih khusyu dan berkualitas dari sekedar ucapan tanpa kita tahu maknanya.

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Bogor, Waktu Dhuha 6 Jumadal Akhiroh 1434 H/ 17 April 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

One Response to BELAJAR BAHASA ARAB SAMBIL BERJALAN MENUJU MASJID

  1. supriman says:

    Bisa jg dilatih sembari meng-i’robi hafalan quran… sambil dipahami artinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: