SERIAL BELAJAR BAHASA ARAB SAMBIL SHOLAT (BAG_1)

sarang burungSholat adalah salah satu ibadah yang bersentuhan langsung dengan bahasa Arab. Sehingga tentu saja kita tidak akan bisa melaksanakannya dengan baik dan sempurna tanpa kita memahami bahasa Arab terlebih dahulu.

Nah, agar sholat yang kita lakukan menjadi lebih indah, sudah seharusnya kita belajar bahasa Arab. Insya Allah dengan pemahaman bahasa Arab tingkat dasar sudah cukup untuk memberi makna bagi sholat yang kita lakukan.

Bagi Anda yang sudah atau sedang belajar bahasa Arab, maka Anda bisa juga menjadikan waktu sholat Anda untuk sekaligus belajar bahasa Arab. Bagaimana caranya?

Begini. Coba Anda terapkan kaidah bahasa Arab yang sudah Anda pelajari saat mengucapkan bacaan-bacaan shalat dari semenjak takbiratul ihram hingga salam. Coba muroja’ah kembali materi apa saja yang sudah Anda pelajari terkait dengan bacaan-bacaan shalat. Insya Allah pemahaman Anda nanti akan semakin kuat. Shalat yang Anda lakukan pun akan semakin berkualitas dan bermakna.

Melalui serial ini, saya akan memberi contoh tentang cara belajar bahasa Arab sambil melaksanakan shalat. Semoga bermanfaat.

>>> Saat Takbiratul Ihram

Saat takbiratul ihram, kita mengucapkan:

اللهُ أَكْبَرُ

Allah Maha Besar

Ucapan takbir ini mengingatkan kita akan beberapa materi pembahasan dalam ilmu Nahwu dan Shorof. Diantaranya:

 

1. Pembahasan MUBTADA & KHOBAR

Pada ucapan takbir, “اللهُ” berkedudukan sebagai MUBTADA & “أَكْبَرُ” berkedudukan sebagai KHOBAR. (Silakan baca kembali pembahasan MUBTADA & KHOBAR pada KITAB FAHIMNA TINGKAT PEMULA hal. 36. Baca pula KETENTUAN-KETENTUANnya)

 

2. Isim GHOIRU MUNSHORIF

Pada ucapan takbir, ““أَكْبَرُ”” tidak boleh ditanwin. Kenapa? Karena termasuk ISIM GHORIU MUNSHORIF (Isim yang tidak boleh ditanwin). Apa alasannya? Karena termasuk ISIM yang berpola “أَفْعَلُ”. Seperti contoh yang lain “أَصْغَرُ”, “أَعْلَمُ”, “أَحْسَنُ”, dll.

 

3. Pembahasan ISIM TAFDHIL

Pada ucapan takbir, “أَكْبَرُ” termasuk ISIM TAFDHIL. Apa itu ISIM TAFDHIL? Yaitu ISIM yang menunjukkan arti “LEBIH”. Atau isim yang digunakan untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain (Jadi bisa diterjemahkan “LEBIH” atau “PALING” sesuai konteks kalimatnya). Cara membuatnya ialah dengan mengikuti POLA “أَفْعَلُ”. (Penjelasannya bisa dibaca di KITAB FAHIMNA SHOROF TINGKAT LANJUTAN hal. 40)

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

Insya Allah bersambung ke bag-2…

 

Bogor, Kamis 14 Jumadil Akhir 1434 H/25 April 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: