MENAKLUKKAN FI’IL YANG BERPENYAKIT

TERNYATA INI DIA KUNCINYABagi Antum yang sudah pernah belajar ilmu Shorof, tentu kenal dengan yang namanya FI’IL MU’TAL. FI’IL MU’TAL adalah fi’il yang pada huruf aslinya terdapat huruf illat (huruf berpenyakit, yaitu huruf alif, ya, dan wawu). Lawan dari fi’il mu’tal adalah FI’IL SHOHIH.

Dalam KITAB FAHIMNA sudah saya ingatkan bahwa pembahasan fi’il mu’tal itu cukup rumit. Sebab nanti akan berbicara tentang pengubahan dan penghilangan.

Misalnya, fi’il yang berpola “افتعل” jika  fa’ fi’ilnya itu adalah huruf shod “ص”, maka nantinya huruf ta “ت” pada pola “افتعل” harus diubah menjadi huruf tho “ط”, sehingga menjadi “اصطبر”. 

Misalnya lagi, fi’il yang lam fi’il berupa huruf ‘illat, saat diubah menjadi fi’il amer, maka huruf illatnya harus dibuang. Contohnya fi’il “رمى” (melempar) berubah menjadi “ارم” (lemparlah!).

Bagi Antum yang baru belajar bahasa Arab, tentu akan pusing 8 keliling (bosen ah 7 keliling terus hehe…..) ketika disodorkan pembahasan fi’il mu’tal di awal belajar. Oleh karena itu, saya sengaja tidak membahasnya di KITAB FAHIMNA PEMULA dan DASAR. Baru di KITAB FAHIMNA TINGKAT LANJUTAN saya bahas sedikit demi sedikit.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menaklukkan fi’il mu’tal? Bagaimana caranya agar kita bisa menguasai kaidah-kaidah yang berkaitan dengan fi’il mu’tal?

Menurut saya, ada 2 cara:

1. Kuasai dulu pembahasan fi’il yang shohih. Kuasai baik-baik. Hafalkan dengan sungguh-sungguh semua pola fi’il shohih. Insya Allah, jika kita sudah mantap di pembahasan fi’il shohih, kita akan bisa dengan mudah memahami pembahasan fi’il mu’tal.

2. Pelajari pembahasan fi’il mu’tal secara bertahap. Memang cukup banyak kaidah-kaidah yang harus difahami dalam pembahasan fi’il mu’tal. Namun, insya Allah, semua kaidah bisa kita taklukkan jika kita mau bersabar dengan belajar secara bertahap. Jangan tergesa-gesa. Jangan terburu-buru untuk melanjutkan pembahasan sebuah kaidah, jika kaidah sebelumnya belum difahami dengan sangat baik.

Alhamdulillah, dua cari telah saya coba di awal proses belajar yang saya lakukan. Dan terbukti membuahkan hasil.

Atau praktisnya begini saja. AnTUM pelajari ilmu Shorof yang ada di KITAB FAHIMNA. Setelah itu, Antum pelajari KITABUT TASHRIF dari awal. Gunakan dua cara yang sudah saya sebutkan di atas.

Demikian saja penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat.

 

Bogor, Senin 29 Sya’ban 1434 H/8 Juli 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: