BAHASA ARAB & KEBAHAGIAAN

anggurAdakah hubungan antara bahasa Arab dan kebahagiaan? Oh, tentu saja ada! Dengan kemampuan bahasa Arab yang bagus, seseorang bisa pergunakan kemampuannya itu untuk mempercantik ibadah yang dia lakukan. Dia bisa shalat lebih khusyuk karena faham dengan bacaan shalat yang dia ucapkan. Dia juga bisa berdoa dan berdzikir dengan penuh penghayatan karena faham dengan doa dan dzikir yang dia ucapkan. Dan dia bisa membaca Al-Qur’an dengan penuh peresapan hati, karena tahu makna ayat yang dia tilawahkan. Nah, semua ini tentu saja akan bisa memberikan kebahagiaan kepada diri orang itu. Betul apa betul?!

 

Tapi, bukan tentang hal ini saya menulis risalah ini. Yang ingin saya tulis adalah hubungan kebahagiaan saat belajar bahasa Arab. Yang mendorong saya menulis risalah ini adalah sebuah informasi yang saya dapat dari seorang motivator asal Indonesia.

 

Kata dia, pernah di sebuah perguruan tinggi terkenal di luar negeri diadakan penelitian. Penelitiannya tentang hubungan antara sukses dan kebahagiaan. Awalnya diduga bahwa sukses akan membuat orang bahagia. Namun, hasil penelitian menunjukkan kebalikannya. Ternyata, kebahagiaanlah yang akan membuat orang menjadi sukses.

 

Kemudian sang motivator ini memberi beberapa contoh. Misalnya seorang dokter. Kata dia, dokter yang sedang bahagia dan hatinya sedang senang memiliki kemungkinan sukses lebih besar dalam menjalankan tugasnya. Contoh lain lagi, seorang mahasiswa yang akan mengikuti ujian, kemungkinan sukses akan lebih besar jika sebelum ujian mereka disuruh untuk mengingat hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Begitupun dengan seorang anak yang ingin belajar. Dia akan lebih bisa menerima dan menyerap pelajaran jika sebelum belajar diminta untuk mengingat sesuatu yang menyenangkan. Intinya, agar bisa sukses melakukan sebuah ativitas, bahagiakan dulu hati kita.

 

Saya pikir masuk akal juga apa yang dikatakan oleh motivator ini. Kita bisa bayangkan sendiri, bagaimana jadinya sata kita sedang belajar namun suasana hati sedang tidak menentu. Misalnya kita sedang sedih mikirin hutang atau kontrakan yang belum dibayar (He..he…..ini cuma contoh ya, jangan ada yang tersinggung…..hehe….).  Atau, ketika sedang belajar, kita sedang dalam kondisi marah-marah dengan seseorang. Tentu pelajaran akan sulit masuk. Kita tentu akan sulit konsentrasi.

 

Nah, inilah maksud dari ditulisnya risalah ini. Saran saya, jika Anda ingin belajar bahasa Arab, terlebih dahulu senangkan hati Anda. Bahagiakan dulu hati Anda. Misalnya dengan mengingat hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan dalam hidup Anda. Coba Anda bayangkan, betapa nikmatnya jika nanti Anda bisa bahasa Arab. Anda bisa ibadah dengan lebih khusyuk dan bermakna.

 

Atau, jika Anda mau, sebelum belajar Anda bisa berwudhu terlebih dahulu untuk membuat badan Anda fresh. Setelah itu Anda shalat dua rekaat. Setelah shalat, Anda bisa membaca beberapa ayat Al-Qur’an sambil dibaca pula artinya. Baru setelah itu, Anda mulai belajar bahasa Arab. Insya Allah, materi yang Anda pelajari akan mudah masuk ke otak.

 

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam.

 

Silakan, jika ada yang ingin menambahkan…..

 

 

Bogor, 2 Ramadhan 1434 H/ 11 Juli 2013 M

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

(Penulis Serial Kitab FAHIMNA, Panduan Belajar Bahasa Arab Secara Otodidak)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: