MANA FA’ILNYA,NIH ?

FA'IL1Dalam sebuah kalimat bahasa Arab, jika terdapat FI’IL, maka setelah FI’IL pasti ada FA’ILNYA. Misalnya kalimat berikut:

ذهب علي

Ali pergi

ذهب الأولاد

Anak-anak itu telah pegi

Pada kalimat di atas, “علي” dan “الأولاد” berkedudukan sebagai FA’IL.

Namun, jika kalimatnya kitab ubah menjadi begini:

علي ذهب

Ali pergi

الأولاد ذهبوا

Anak-anak itu telah pergi

Mana FA’IL dalam kalimat di atas?

Kalau Anda katakana bahwa “علي” dan “الأولاد” adalah FA’ILnya, maka Anda telah keliru. Pada kalimat di atas “علي” dan “الأولاد”sekarang berkedudukan sebagai MUBTADA (Masih ingat kan apa itu MUBTADA?).

Lalu, mana FA’ILnya kalau begitu ?

Pada kalimat pertama, FA’ILnya adalah DHOMIR MUSTATIR JAWAZAN. Diperkirakan DHOMIR itu adalah “هو” yang merujuk kepada “علي”.

Adapun pada kalimat kedua, FA’ILNYA adalah huruf WAWU “و” yang biasa disebut dengan WAWU JAMA’AH. WAWU JAMA’AH ini disebut juga sebagai DHOMIR BARIZ.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut seputar DHOMIR, silakan baca di KITAB FAHIMNA ILMU SHOROF TINGKAT LANJUTAN hal. 47-61 dengan judul pembahasan “MENGENAL DHOMIR LEBIH DEKAT”.

Barangkali ada yang bertanya begini:

Apa bedanya kalimat:

ذهب علي

ذهب الأولاد

dengan kalimat:

علي ذهب

الأولاد ذهبوا

Jawabannya sudah saya berikan di KITAB FAHIMNA NAHWU TINGKAT DASAR hal. 67 pada pembahasan JUMLAH ISMIYYAH dan JUMLAH FI’LIYYAH.

Demikian saja. Semoga semakin membuat Anda tertarik untuk belajar bahasa Arab.

Wallahu a’lam.

Bogor, Malam Jum’at 7 Dzul Qo’dah 1434 H/13 September 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: