TIPS BELAJAR BAHASA ARAB: “SUAMIKU, HARI INI AKU…..”

BERCERMINPada kesempatan kali ini saya ingin memberikan sebuah tips dalam belajar bahasa Arab. Semoga dengan mempraktikkan tips ini, proses belajar kawan-kawan jadi semakin menarik dan menyenangkan. Dan juga, kawan-kawan jadi semakin faham dengan materi yang sedang kawan-kawan pelajari.

Begini. Di blog ini (https://pustakalaka.wordpress.com) saya sering memberi saran kepada kawan-kawan yang baru belajar bahasa Arab untuk meluangkan waktu –minimal- SATU JAM SEHARI untuk fokus belajar bahasa Arab. Dan juga telah saya sarankan pada artikel sebelumnya untuk menempatkan belajar bahasa Arab di awal waktu (sebelum melakukan aktifitas rutin harian).

Nah, pada kesempatan ini, saya ingin menambahkan satu saran lagi. Saran saya, sebisa mungkin dalam sehari kawan-kawan meluangkan waktu juga untuk melakukan MUROJA’AH. Namun cara muroja’ahnya dengan menyampaikannya kepada orang lain. Jadi kawan-kawan sampaikan materi yang hari ini telah kawan-kawan pelajari di hadapan orang lain. Lakukan seolah-olah kawan-kawan adalah guru yang sedang berbicara di hadapan para siswa.

Kawan-kawan bisa memilih orang yang akan kawan-kawan jadikan sebagai teman muroja’ah. Misalnya, seorang istri bisa mengajak suaminya untuk melakukan muroja’ah.

Ketika di malam hari ba’da ‘Isya, saat dalam suasana santai, seorang istri bisa berkata begini di depan suaminya:

“Saumiku, hari ini aku belajar tentang MUBTADA & KHOBAR. MUBTADA itu adalah ISIM yang MARFU’ yang terletak di awal kalimat. Sedangkan KHOBAR itu adalah PENYEMPURNA mubtada untuk membentuk KALIMAT SEMPURNA. Misalnya “المسجد كبير”….Masjid itu besar. “المسجد” sebagai MUBTADA sedangkan “كبير” sebagai KHOBARnya. Trus, ada beberapa KETENTUAN terkait dengan MUBTADA & KHOBAR. Diantaranya yang pertama, MUBTADA itu umumnya berupa ISIM MAKRIFAT sedangkan KHOBARnya isim NAKIROH……..kemudian……….. dan………………… contohnya……………… Gimana, ada pertanyaan?”

Ini hanya sekedar contoh. Lebih bagus lagi jika kawan-kawan sudah berkeluarga. Jadi bisa muroja’ah bareng-bareng suami/istri. Terutama muroja’ah TASHRIF dalam ilmu shorof. Satu sama lain bisa saling menguji hafalan.

Jika kawan-kawan belum menikah, kawan-kawan bisa mengajak saudara untuk menemani muroja’ah. Atau, kalau memang tidak ada sama sekali orang yang bisa diajak muroja’ah, kawan-kawan bisa muroja’ah di depan cermin. Sambil berdiri menatap diri kawan-kawan yang berada di dalam cermin, kawan-kawan bisa sambil berkata:

“Hari ini aku belajar………..bla….bla…………….contohnya………..”.

Atau, kawan-kawan juga bisa melakukan muroja’ah kapan waktu dan di mana saja. Sambil jalan-jalan pagi, sambil naik bus, sambil naik motor, sambil nunggu kereta, sambil…….. dst….dst….., kawan-kawan bisa sambil mengulang pelajaran. Bisa dengan menyampaikan kepada orang yang ada di hadapan kawan-kawan. Atau bisa juga dengan berbicara sendiri.

Nah, demikian saja saran dari saya. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

Bogor, Malam Jum’at 7 Dzul Qo’dah 1434 H/13 September 2013 M

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: