TIADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR BAHASA ARAB

SUKSESBeberapa hari yang lalu, saya bepergian ke luar kota. Saat waktu maghrib tiba, saya shalat di sebuah masjid yang cukup besar. Masjid itu terletak di daerah Tangerang Banten.

Saat memasuki masjid, saya lihat jama’ah yang ikut shalat cukup banyak. “Tumben” dalam hati saya. Biasanya masjid itu sepi dari para jama’ah. Ternyata ba’da Maghrib, di masjid itu diadakan acara pengajian. Pantas saja jama’ah yang hadir cukup banyak. Sambil istirahat, saya pun ikut mendengarkan pengajian.

Sepertinya pengajian itu adalah pengajian rutin yang biasa diadakan setiap bulan. Namun waktu itu ustadznya tidak menyampaikan materi yang biasa dia ajarkan. Tapi dia memberikan motivasi kepada para peserta kajian untuk lebih semangat dalam menuntut ilmu agama. Diantara yang dia katakan “Tidak ada batasas usia dalam menuntut ilmu agama”.

Kemudian, ustadz itu pun menyampaikan sebuah kita nyata. Kata dia, ada seorang ulama yang baru belajar agama pada usia di atas 50 tahun. Dia belajar dari dasar. Kalau bahasa kita, belajar dari alif-ba-ta atau belajar iqro. Karena belajar dari dasar, maka si ulama ini belajarnya bersama anak-anak kecil.

Ketika belajar, si ulama ini berpakaian seperti pakaian yang biasa digunakan oleh para ulama di zamannya. Sehingga penampilannya sudah seperti seorang ulama beneran. Sehingga oleh anak-anak kecil kawan dia belajar, dia sering diejek dengan sebutan “SYAIKHUL ISLAM”.

Anda tahu tidak, apa makna syaikhul Islam yang dimaksud oleh anak-anak kecil itu?

Dalam bahasa Arab, “SYAIKH” itu maknanya bisa dua: Syaikh yang artinya orang yang luas ilmu agamnya dan syaikh yang  artinya orang yang sudah tua. Nah, jadi “SYAIKHUL ISLAM” yang  dimaksud oleh anak-anak kecil itu adalah “orang tua yang baru belajar Islam”.

Namun, si ulama ini tidak marah diejek demikian. Justru ejekan itu begitu membekas dalam hatinya. Dia pun kemudian bertekad untuk membuktikan bahwa kelak dia bisa menjadi syakhul Islam yang sesungguhnya.

Akhirnya, dengan perjuangan keras diapun kemudian berhasil menjadi seorang ulama yang cukup disegani di zamannya.

Demikianlah kurang lebih kisahnya. Meskipun kisah ini tidak menyinggung langsung tentang bahasa Arab, namun bisa juga kita jadikan sebagai sarana untuk memotivasi kita belajar bahasa Arab. Bukankah bahasa Arab termasuk bagian dari agama. Bahkan bahasa Arab adalah pintu gerbang untuk memahami ilmu-ilmu agama yang lain. Sehingga tidak akan mungkin seorang bisa menjadi seorang ulama jika dia tidak mengerti bahasa Arab.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar bahasa Arab. Meskipun usia kita sudah terbilang tua. Insya Allah, jika kita punya keinginan kuat untuk bisa bahasa Arab dan kita tahu cara yang efektif dalam mempelajarinya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan memberikan kemudahan kepada kita. Yakinlah itu!

Demikian saja. Semoga yang sedikit ini bisa lebih memotivasi kita untuk lebih semangat belajar bahasa Arab.

Wallahu a’lam.

Bogor, Waktu Sahur 10 Dzul Qo’dah 1434 H/16 September 2013 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: