Kisah Perjalanan Buku ”PASPOR KEMATIAN”

PASPOR KEMATIANKisah Perjalanan Buku ”PASPOR KEMATIAN

 

Penulis:

Muhammad Mujianto Abdul Jabbar Al-Batawie

 

Pada tahun 2007 saya keluar dari pekerjaan saya sebagai editor buku-buku terjemahan (Arab-Indonesia) di sebuah penerbit buku Islam di Bogor. Saya pun kemudian tertarik untuk menulis buku-buku bacaan Islami.

Alhamdulillah, selama perjalanan saya menulis buku (2007-2010), sudah belasan buku yang berhasil saya tulis. Alhmamdulillah 5 diantaranya sudah pernah diterbitkan oleh beberapa penerbit buku profesional di Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Bogor. Dan diantara buku karya saya yang pernah diterbitkan dan sempat beredar di seluruh indonesia (Lewat toko buku Gramedia, Gunung Agung, dll.) adalah buku PASPOR KEMATIAN.

Berikut ini sedikit kisah perjalanan buku PASPOR KEMATIAN dari semenjak saya tulis hingga akhirnya diterbitkan oleh penerbit buku yang ada di Jakarta. Semoga bisa mengispirasi Antum semua yang membacanya.

Begini ceritanya…..

***

Awalnya buku PASPOR KEMATIAN ini saya beri judul ”SEANDAINYA AKU MATI BESOK…..”. Buku ini berisikan renungan-renungan untuk kaum Muslimin agar mau memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam hidup ini sebagai bekal menyambut datangnya kematian.

Saya menulisnya tidak terlalu lama, sekitar dua mingguan. Selesai saya ketik, kemudian saya baca-baca lagi sambil saya edit. Setelah itu saya layout sendiri. Selesai saya layout, kemudian saya PDF-kan. Kemudian saya kirim ke penerbit.

Awalnya saya pernah mengirim buku ini ke penerbit X. Saya mengirimnya via email. Beberapa minggu kemudian -kalau tidak salah sekitar dua mingguan, kurang lebih- saya mendapat SMS dari pihak penerbit. Mereka menyatakan tertarik untuk menerbitkan buku saya. Setelah berdialog sebentar, akhirnya bentuk kerjasama yang disepakati berupa royalti 5 % (dari harga buku dipasaran), dan royalti tahap awal akan diberikan enam bulan kedepan. Untuk selanjutnya diberikan setiap empat bulan. Pihak penerbit mengatakan akan memberikan uang depe sebesar satu juta setelah MoU ditandatangani.

Setelah itu, saya menunggu-nunggu datangnya MoU ke alamat tempat tinggal saya. Tapi hingga bermingu-minggu, bahkan hampir 2 bulanan menunggu, MoU tak kunjung datang. Saya pun kemudian mengkonfirmasi pihak penerbit. Dan perkiraan saya benar. Pihak penerbit batal menerbitkan naskah saya. Mereka mengucapkan permohonan maaf karena telah membuat saya menunggu-nunggu. Beberapa hari kemudian, datanglah sepucuk surat ke alamat tempat tinggal saya. Isinya begini:

***

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga Allah ’Azza wajalla senantiasa melimpahkan rahmad dan karunia-Nya kepada kita, amin.

Kami atas nama Redaksi Pustaka X, sebelumnya mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran atas partisipasi saudara dalam pengiriman naskah kepada kami (Pustaka X) beberapa waktu yang lalu.

Hasil dari musyawarah team redaksi pada tanggal 14 Juni 2008, setelah membaca dan mengkaji beberapa naskah yang saudara ajukan kepada redaksi X, dengan beberapa pertimbangan dan alasan-alasan, maka kami memutuskan. Bahwa naskah atau karya saudara belum dan atau kurang memenuhi karakter baik isi (kualitas) maupun jumlah halaman dari sebuah buku yang kami harapkan, sehingga kami belum dapat menerbitkan naskah-naskah saudara.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, semoga menjadi masukan yang positif, besar harapan kami jangan pernah patah semangat untuk berkarya dan beramal. Mudah-mudahan Allah ’Azza wajalla memberi hikmah dan hidayah kepada kita, amin.

Jazakumullahu khairan katsiran.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

***

Demikian isi surat yang saya terima. Sedih? Yaa…jelas sedih. Tapi mau gimana lagi.

Beberapa hari kemudian, setelah mendapat kabar naskah saya dibatalkan, saya langsung mengirim ke penerbit Y yang berada di Jakarta. Saya mengirimnya via email. Ternyata, tidak sampai seminggu saya langsung ditelpon pihak penerbit. Mereka menyatakan tertarik untuk menerbitkan naskah saya. Tidak berapa lama, saya sudah melakukan penandatanganan MoU dan cover buku saya sudah terpampang di situs penerbit itu. Kemudian tepat tanggal 1 Ramadhan 1429 H/1 September 2008,  saya mendapat kabar dari pihak penerbit bahwa katanya buku saya telah selesai dicetak. Dan kini, buku saya itu sudah beredar di seluruh Indonesia. Oleh penerbit judulnya diganti menjadi ”PASPOR KEMATIAN”.

Ketika buku saya ini terbit, beberapa saya hadiahkan ke orang-orang dekat. Diantaranya kepada bibi saya. Komentar beliau setelah membaca buku ini, ”Jadi kepingin nangis membacanya…..”. Sepertinya beliau terharu membaca sebuah cerita yang saya bawakan di dalam buku ini.

Beberapa tahun lamanya buku PASPOR KEMATIAN ini beredar di seluruh indonesia lewat perantaraan toko buku GRAMEDIA & GUNUNG AGUNG. Sekitar 3000 eksemplar buku yang beredar. Saya sendiri sempat melihat buku saya ini dipajang di rak buku GRAMEDIA di Bogor dan Jakarta. Bahkan di toko buku GUNUNG AGUNG daerah Bogor, buku saya ini dipajang tepat di depan kasir yang menunjukkan bahwa buku saya ini cukup menarik menurut mereka.

Hingga akhirnya, beberapa bulan lalu saya mendapat telpon dari penerbit buku CICERO PUBLISHING. Mereka memutuskan untuk mengembalikan hak penerbitan buku PASPOR KEMATIAN kepada saya. Dan saya mendapatkan kiriman paket berisi sekitar 50-an buku PASPOR KEMATIAN yang masih tersisa.

Photo-0125

Jadi, buku PASPOR KEMATIAN sekarang sudah tidak tersedia lagi di pasaran. Tinggal tersisa beberapa buku yang ada pada saya. Rencananya buku ini akan saya jadikan BONUS untuk pembelian SERIAL KITAB FAHIMNA PAKET LENGKAP.

Berikut ini DAFTAR ISI bukunya:

—–oOo—–

DAFTAR ISI

* Perenungan Awal

* Catatan Pembuka

* 2 Peristiwa

* Kematian yang Datang Tiba-tiba

* Lembaran Hidup

* 24 Jam bertabur Pahala

* Sebaik-baik Bekal

* Hari Istimewa

* Agar Ibadah Diterima Allah

* Bukan Debu yang Beterbangan

* Akhir Sebuah Perjalanan

* Indahnya Surga, Dahsyatnya Neraka

* 2 Pilihan

* Do’a Kebaikan dan Keselamatan Dunia Akhirat

* Catatan Penutup

* Perenungan Akhir

* Daftar Pustaka

—–oOo—–

            MUQODDIMAH buku PASPOR KEMATIAN bisa dibaca di SINI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: