3 CARA BELAJAR BAHASA ARAB YANG PERLU KITA COBA

jempolMungkin Anda sudah sering membaca cara-cara efektif belajar bahasa Arab di internet. Ada yang menyarankan begini, dan ada yang menyarankan begitu. Saran saya, baca saja semua cara itu. Setelah itu terserah Anda mau menggunakan cara yang mana. Atau Anda bisa mengkombinasikannya menjadi cara Anda sendiri.

Berikut ini saya akan menyampaikan tiga cara belajar bahasa Arab yang mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda. Minimal bisa menjadi wawasan baru untuk Anda semua.

>>> Cara Pertama: Belajarlah dari orang yang sudah bisa.

Ketika kita ingin belajar menyetir mobil, apakah kita akan belajar dari orang yang belum bisa nyetir mobil? Tentu tidak, bukan?! Kita tentu akan mencari orang yang sudah bisa menyetir mobil. Tidak harus seorang pembalap. Yang penting dia sudah bisa menyetir mobil.

Nah, demikian pula halnya dengan bahasa Arab. Hendaknya kita mencari orang yang sudah bisa bahasa Arab untuk mengajari kita. Tidak mesti seorang pakar bahasa Arab yang bergelar Lc atau doktor. Yang penting dia bisa bahasa Arab maka sudah cukup untuk kita jadikan guru di awal kita belajar. Usahakan untuk bisa belajar langsung di hadapannya.

Jika kita tidak bisa belajar langsung, kita bisa belajar lewat buku-buku pelajaran yang sudah dia tulis. Lebih bagus lagi jika ada rekaman video atau audio. Jangan lupa untuk meminta wejangan tentang strategi sukses dalam belajar bahasa Arab. Syukur-syukur dia bisa menceritakan pengalaman hidupnya dalam belajar bahasa Arab.

>>> Cara Kedua: Belajarlah secara bertahap.

Ingatkah Anda ketika kecil dahulu belangar ngaji alif-ba-ta. Apakah Anda belajarnya langsung berlembar-lembar atau bertahap? Ya, tentu saja. Setiap kita dulu belajar ngaji secara bertahap. Sedikit demi sedikit, satu halaman demi satu halaman, hingga tanpa terasa akhirnya kita bisa membaca al-Qur’an dengan lancar seperti sekarang ini.

Cara ini pun mestinya kita terapkan dalam belajar bahasa Arab. Pelan-pelan saja, namun kontinyu berkesinambungan. Tidak mengapa sehari bisa membaca 1-2 lembar buku nahwu, atau cuma menghafal 1 tashrif fi’il. Lama kelamaan kalau kita mau sabar, kita akan bisa menyelesaikan semua materi dalam buku nahwu dan shorof. Ingat kata pepatah: SEDIKIT DEMI SEDIKIT, LAMA-LAMA MENJADI BUKIT!

 

>>> Cara Ketiga: Belajarlah secara intensif.

Ketika dahulu awal belajar, sehari kadang saya cuma belajar satu jam. Tapi kemudian saya ikut pelatihan bahasa Arab selama hampir sebulan penuh di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur. Belajarnya sehari sekitar 8 jam, dari pagi sampai malam. Setiap hari seperti itu hingga sekitar hampir satu bulan lamanya. Alhamdulillah, sepulang dari pelatihan saya merasakan manfaat yang luar biasa.

Dari pengalaman saya ini bisa saya ambil faidah bahwa belajar intensif itu penting. Adakalanya kita perlu belajar lebih dari kebiasaan kita. Namun itu tidak setiap hari. Kita bisa melakukannya seminggu atau sebulan sekali.

Misalnya setiap hari dalam seminggu kita belajar sehari hanya satu jam. Tapi di akhir pekan kita belajar intensif selama 3-4 jam atau lebih. Besoknya kita belajar biasa lagi selama satu jam. Namun di akhir pekannya kita belajar intensif lagi selama 3-4 jam. Kemudian sebulan sekali –misalnya di akhir bulan- kita belajar intensif dalam sehari sekitar 5-8 jam. Lebih bagus lagi jika setiap tahun kita bisa mengikuti dauroh/pelatihan bahasa Arab selama sebulan full. Insya Allah manfaatnya akan sangat terasa.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba tiga cara ini?

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

 

Jakarta, Kamis pagi 2 Januari 2014

 

Muhammad Mujianto Al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: