SMS DARI PAK UMAR YAHYA DI LAMONGAN

bunga mawarku4Barusan –sekitar jam setengah enam ba’da Subuh- saya mendapat SMS dari Pak Umar Yahya di Lamongan. Kalau tidak salah ini adalah SMS ke-3 beliau setelah mendapat kiriman KITAB FAHIMNA PAKET LENGKAP.

Sebelumnya beliau mengirimkan dua SMS berisi kesan beliau terhadap KITAB FAHIMNA. Isi SMSnya sebagai berikut:

SMS PERTAMA

 “Alhamdulillah, paket sdh sampai 3 hr yg lalu. Benar2 mantap buku Fahimna, sy yg nol besar ndak pernah belajar bhs arab sama sekali tapi sy mampu dgn mudah memahami buku tsb krn sistematis dan runut. Tksh atas tulisan2 Bapak, semoga membawa berkah dunia akhirat. Amin3x. Wasalam, Umar. Lamongan/gresik” (Selesai kutipan)

(Testimoni disampaikan via SMS hari Senin, 13 Januari 2014, Pukul 11:00:57)

—–

SMS KEDUA

“Buku Fahimna benar2 mantap Pak.”(Selesai kutipan)

(Disampaikan lewat SMS hari Rabu 15 Januari 2014, Pukul 17:27:16)

Beliau juga pernah mengirim komentar lewat blog ini yang isinya:

“Alhamdulillah, kitab Fahimna bisa sy pelajari dan pahami dgn baik, dan sekaligus dpt sy ajarkan kpd anak sy yg akan tamat SD sbg bekal masuk pesantren thn 2014 ini. Terus terang, sy cuma tamatan SMA yg tdk pernah belajar dasar2 bhs arab sama sekali. Tapi dgn semangat kuat, Allah memudahkan sy memahaminya.  Trims byk sy haturkan kpd penulis.” (Selesai kutipan)

Adapun SMS beliau hari ini isinya:

“Assalaamu’alaikum. Bgmn kabarnya ustadz, moga2 ustadz sekeluarga dlm keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dlm naungan RahmarNYA. Amin3x. Ustadz msh ingat saya? Sy Umar Yahya dr Gresik/Lamongan yg bbrp waktu lalu beli Fahimna. Sy skrg baru akan menyelesaikn  Fahimna Tingkat Lanjutan. Mohon doa restunya ustadz, moga2 bisa lancar. Amin3x. Oh ya Ustadz, saat ini sy mau bertanya. Fi’il Muta’adi mebutuhkan obyek, dan obyek tsb berkedudukan Maf’ul Bih. Dalam kasus berikut ini: FAGHSILU wujuhakum wa aidiyakum… WAMSAKHU bi ru’usikum wa arjulakum… –> sesuai kaidah tatabahasa yg benar dan masuk akal, sebenarnya ARJULAKUM itu tunduk pd Fi’il WAMSAKHU ataukah FAGHSILU? Tksh, wassalamu’alaikum.

Saya pun kemudian menjawabnya dengan ringkas. Dan pada kesempatan ini, saya akan tambahkan penjelasan terkait pertanyaan beliau. Semoga ada manfaatnya.

Yang Pak Umar tanyakan adalah ayat ke-6 dari surat al-Maidah. Bunyi ayatnya:

… إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلوةِ فَاغسِلُوا وُجُوْهَكُمْ وَ أَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَ امْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَ أَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ..

 “…apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…”

(QS. Al-Maidah [5]: 6)

Pada ayat ini, jika kata “أَرْجُلَكُمْ” dibaca manshub (fathah/ “ARJULA”), maka dia athof kepada “أَيْدِيَكُمْ”. Sehingga kaki harus dibasuh/cuci ketika berwudhu. Namun, kalau dibaca majrur (kasroh/”ARJULI”), maka berarti dia ‘athof kepada “بِرُءُوسِكُمْ”. Sehingga maksudnya kaki cukup dengan disapu/usap ketika berwudhu.

Perhatikan! Beda harokat bisa beda arti. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari bahasa Arab agar bisa memahami hal-hal yang seperti ini dan kita tidak terjatuh pada kesalahan saat membaca al-Qur’an.

Oya, ada sebuah kisah menarik tentang kesalahan memberi harokat akhir sebuah kata yang menyebabkan perbedaan makna sangat jauh. Insya Allah akan saya ceritakan nanti. Untuk sementara cukup sampai sini dulu. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Bogor, Jum’at pagi 21 Rabi’ul Akhir 1435H/21 Februari 2014

Muhammad Mujianto Al-Batawie

One Response to SMS DARI PAK UMAR YAHYA DI LAMONGAN

  1. supriman says:

    Mencerahkan sekali artikelnya. Syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: