CERITA MENARIK DI BALIK PERBEDAAN AN-IN-UN

islam indahBagi Anda yang sudah pernah belajar BAHASA ARAB (Nahwu-Shorof) tentu tahu perbedaan harokat akhir sebuah kata dalam kalimat. Misalnya, kenapa kadang tulisan Allah ditulis dengan harokat akhir dhommah (قال اللهُ تعالى), fathah (إن اللهَ), atau kasroh (بسم اللهِ). Apa maksudnya dan apa bedanya?

Atau misalnya, kenapa harokat akhir tulisan Muhammad bisa berbeda pada kalimat-kalimat berikut:

 جاء محمدٌ

رأيت محمدًا

سلمت على محمدٍ

 Pada kalimat pertama tertulis MuhammaDUN, pada kalimat kedua tertulis MuhammaDAN, dan pada kalimat ketiga tertulis MuhammaDIN. Apa bedanya? Apa maksudnya?

Bagi yang sudah ngerti ilmu Nahwu tentu faham perbedaan ini. Namun, bagi kawan-kawan yang belum pernah belajar, saya ingin beritahukan bahwa perbedaan harokat akhir sebuah kata dalam kalimat bisa memberikan perbedaan maksud. Bahkan kadang perbedaannya sangat jauh.

Terkait hal ini, ada dua kisah menarik yang pernah saya baca di kitab Nahwu berjudul at-Ta’liqot al-Jaliyyah (Hal. 50). Berikut ini saya terjemahkan secara bebas. Semoga ada manfaatnya.

>>> Kisah Pertama

Suatu hari Abul Aswad ad-Duali sedang bersama putrinya. Kemudian putrinya berucap seraya memandang langit:

مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ

Dia men-DHOMMAHKAN kata “أَحْسَنُ” dan meng-KASROHKAN kata “السَّمَاءِ”.

Abul Aswad mengira putrinya sedang bertanya tentang sesuatu yang indah di langit. Diapun spontan menjawab:

أَيْ بُنَيَّةُ، نُجُوْمُهَا

“Wahai putriku, bintang-bintangnya”.

Tapi putrinya malah menyanggahnya. Dia tidak sedang bertanya, tapi sedang takjub dengan keindahan langit. Mungkin sanggahan putrinya begini “Wahai ayah, aku bukan sedang bertanya… Aku sedang takjub dengan keindahan langit..”.

Abul Aswad pun kemudian faham bahwa putrinya telah salah dalam memberikan harokat akhir kata. Mestinya putrinya itu mem-FATHAHKAN kata “أحسن” dan kata “السماء”.

Dia lalu berkata kepada putrinya:

إِذًا قُوْلِيْ: مَا أَحْسَنَ السَّمَاءَ

“Kalau begitu, katakanlah: “Maa ahsana as-samaa-a!” (Alangkah indahnya langit itu!)”

(Selesai cerita)

Nah, perhatikanlah kawan-kawan….

Beda harokat akhir sebuah kata bisa memberi perbedaan maksud yang jauh sekali, bukan?! Saya ulang di sini perbedaan dari kedua kalimat di atas.

مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ

“Apa yang indah dari langit itu?”

(Redaksi kalimatnya berupa PERTANYAAN)

مَا أَحْسَنَ السَّمَاءَ

“Alangkah indahnya langit itu!”

(Redaksi kalimatnya berupa KETAKJUBAN)

Beda jauh, bukan?! Kalau mau tau penjelasan lebih lengkap, silakan kawan-kawan belajar bahasa Arab terlebih dahulu. Atau, bagi kawan-kawan yang belum tertarik belajar bahasa Arab, coba baca-baca dulu ebook STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB SECARA OTODIDAK yang sudah saya tulis. Silakan download gratis ebooknya di SINI.

>>> Kisah Kedua

Insya Allah bersambung………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: