CERITA MENARIK DI BALIK PERBEDAAN AN-IN-UN (BAG 2 – SELESAI)

islam indahKisah pertama baca DI SINI

 >>> Kisah Kedua

 

Kisah kedua tentang seorang Arab di zaman Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu yang salah dalam membaca QS. Al-Taubah ayat 3.

 

أن الله برىء من المشركين و رسوله

 

Dia mengKASROHKAN kata “رسول”. Mestinya berharokat akhir DHOMMAH.

 

Kemudian seorang a’robiy (arab dusun) mendengar bacaan orang ini. Si a’robiy ini pun kemudian berkata, “Apakah Allah telah berlepas diri dari Rasul-Nya? Kalau begitu aku juga akan berlepas diri darinya”.

 

Hal ini pun kemudian sampai ke telinga Umar radhiyallahu ‘anhu. Dia pun berkata kepada Si a’robiy, “Wahai a’robiy, apakah engkau berlepas diri dari Rasulullah?!”

 

Si a’robiy pun menjawab, “Wahai Amirul Mu’minin. Sungguh aku pernah datang ke Madinah. Waktu itu aku tidak punya pengetahuan tentang al-Qur’an. Akupun kemudian meminta orang untuk membacakan al-Qur’an kepadaku. Dia pun membacakan surat ini:

 

أن الله برىء من المشركين و رسوله

 

Lalu, aku pun berkata,” Apakah Allah telah berlepas diri dari Rasul-Nya? Kalau begitu aku juga akan berlepas diri darinya”.

 

Umar berkata, “Wahai A’robiy, bukan begitu!”

 

Umar lalu membetulkan cara membaca ayat itu. Setelah kejadian itu, Umar melarang membacakan al-Qur’an kecuali orang yang faham bahasa Arab. Dia pun kemudian memerintahkan Abul Aswad Ad-Duali untuk menyusun ilmu Nahwu.

 

(Selesai cerita)

 

Kawab-kawan….

 

Tahukah antum, apa bedanya jika kata “رسول” dibaca DHOMMAH dengan dibaca KASROH?

 

Ini dia bedanya:

 

[JIKA DIBACA DHOMMAH]

أن الله برىء من المشركين و رسولُه

“Bahwasanya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik”

[JIKA DIBACA KASROH]

 

أن الله برىء من المشركين و رسولِه

“Bahwasanya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan Rasul-Nya”

Jauh sekali bedanya, bukan?! Kita akan faham hal ini jika kita sudah BELAJAR BAHASA ARAB.

 

Semoga dua kisah ini semakin membuat kita semangat belajar bahasa Arab.

 

Wallahu a’lam.

 

 

Bogor, Sabtu pagi 22 Rabiul Akhir 1435H/22 Februari 2014

Muhammad Mujianto Al-Batawie

4 Responses to CERITA MENARIK DI BALIK PERBEDAAN AN-IN-UN (BAG 2 – SELESAI)

  1. Abdul Rohman says:

    Assalamu’alaikum. Pak terima kasih atas ebooknya (strategi sukses bhs arab…..) pak bagaimana kita memahami ilmu nahwu dan shorof. Dan kalau sudah paham, bagaimana menterjemahkan, membaca arab gundul, dan membuat kalimat. Terima kasih. Wassalamu’alaikum.

  2. faishol says:

    Assalamu’alaikum ustadz.afwan wawu disitu kedudukannya sbg apa ya ustadz? Klo athof kepada isim inna. Kan harusnya berharokat fathah.
    Jazaakallaahu khoiron atas jawabannya

    • mujianto2011 says:

      Wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh…
      Jawaban 1, huruf athof yang menghubungkan dua kalimat.
      Jawaban 2, Kenapa dhommah? Karena menurut penjelasan ulama bahasa Arab, “ROSULU” berkedudukan sebagai MUBTADA dari KHOBAR yang dihapus. Diperkirakan kalimat lengkapnya adalah “و رسوله بريء منهم”. Namun ada juga I’rob lain. Dan ini I’rob yang paling mudah difahami oleh pelajar pemula.

      Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: