BAHASA ARAB & OLAH RAGA PANAHAN

panahanSepertinya jarang diantara kita yang hobi main panahan. Sebab modalnya lumayan besar. Untuk beli busur dan anak panahnya bisa keluar uang jutan. Belum lagi beli targetnya.

 

Namun, meskipun kita tidak hobi dengan olahraga yang satu ini, tidak ada salahnya kita ambil pelajaran darinya. Ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari olah raga panahan ini yang bisa kita terapkan dalam belajar bahasa Arab.

 

Sekarang, coba kita perhatikan atlit panahan. Apakah saat baru mulai belajar memanah langsung jadi pemanah mahir? Tentu tidak, kan?! Apakah saat baru belajar memanah, dia langsung bisa mencapai sasaran dengan tepat dalam jarak tembak yang jauh? Tentu tidak, kan yah?!

 

Untuk bisa menjadi pemanah profesional yang bisa memanah dengan tepat dari jarah jauh seseorang harus melewat proses yang panjang. Harus rajin berlatih. Berlatihnya pun harus bertahap. Tidak langsung memanah target yang jauh. Tapi dimulai dari yang dekat-dekat dulu. Baru setelah itu, target di letakkan di posisi yang agak jauh dan terus menjauh.

 

Jadi begini. Kalau kita perhatikan proses perjalanan seorang atlit panahan menuju tingkat profesional, mereka kurang lebih akan melakukan hal-hal berikut:

 

–          Punya target dalam berlatih dan targetnya itu jelas.

–          Mulai berlatih dari memanah target yang dekat terlebih dahulu.

–          Terus berlatih hingga bisa mencapai target dengan tepat.

 

Nah, ketiga hal ini hendaknya kita lakukan juga saat belajar bahasa Arab. Terutama saat belajar ilmu Nahwu.

 

Pertama, diantara target penting belajar ilmu Nahwu adalah agar kita bisa baca kitab gundul. Namun kita harus tentukan dari awal. Kitab gundul apa yang ingin kita baca pertama kali? Ini harus jelas. Jadi kita tidak sekedar bercita-cita“Ah, saya ingin bisa baca kitab gundul…!”. Namun sekali lagi kita harus punya target yang jelas. Kitab gundul apa yang ingin kita jadikan target. Kita harus segera cari dan dapatkan.

 

Kedua, mulai berlatih dari membaca kitab gundul yang ringkas. Selembar dua lembar tidak masalah. Setengah lembar cerita pendek pun tidak masalah untuk kita jadikan target awal dalam belajar.

 

Ketiga, terus berlatih hingga berhasil memahami kitab yang dijadikan target. Ketika baru belajar Nahwu, gunakan kitab target sebagai sarana untuk memperbanyak mufrodat dan melemaskan lisan dalam mengucapkan kata-kata bertuliskan huruf Arab. Untuk itu, agar belajarnya mudah, cari kitab bahasa Arab dua versi (berharokat & tanpa harokat)sekaligus terjemahnya. Jika kesulitan untuk mendapatkannya, silakan gunakan ebook-ebook yang sudah saya buat di SINI untuk menjadi target belajar.

 

Demikian sedikit penjelasan dari saya. Langkah praktisnya, silakan baca di ebook STRATEGI SUKSES UNTUK BISA BACA KITAB GUNDUL DALAM WAKTU CEPAT SECARA OTODIDAK . Silakan download GRATIS di SINI.

 

Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam.

 

Bogor, Kamis pagi 24 Jumadal Akhiroh 1435H/24 April 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: