ADA APA DENGAN 50 AYAT PERTAMA SURAT AL-BAQARAH?

quranDahulu, sekian tahun yang lalu, di masjid rumah saya ada sebuah pengajian. Pembahasannya tentang tafsir al-Qur’an secara lafzhiyah. Jadi ustadzya menjelaskan maksud ayat dengan terlebih dahulu menerjemahkan setiap mufrodat (kosa kata) yang ada di dalam setiap ayat. Setelah semua diterjemahkan, barulah beliau menjelaskan maksud dari ayat itu.

 

Peserta kajian yang hadir tidak hanya berasal dari penduduk sekitar masjid. Ada juga yang dari jauh. Seorang peserta yang rumahnya lumayan jauh pernah berkata bahwa setelah dia ikut pengajian tafsir ini dia merasa sholatnya jadi lebih khusyuk. Sebab dia jadi ngerti dengan arti bacaan surat yang dibaca oleh imam.

 

Pengajian ini sudah lama. Kalau tidak salah sekitar 16 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah tidak ada lagi. Namun, ada satu perkataan ustadz pengisi pengajian yang saya masih ingat sampai sekarang. Dia pernah berkata begini di sela-sela penyampaian materi:

 

“Kalau kita hafal semua kosa kata yang ada di 50 ayat surat al-Baqarah, insya Allah kita akan faham arti ayat-ayat yang ada di dalam al-Qur’an…. Karena katanya sering berulang….. Coba kalau Pak Budi –sambil beliau pandangannya mengarah ke bapak tua yang ada di depannya- hafal arti 50 ayat di awal-awal surat al-Baqarah, trus saya suruh coba Pak Budi buka surat ini ayat ini…. Insya Allah Pak Budi akan bisa menerjemahkannya….”.

 

Kurang lebih demikianlah yang beliau ucapkan waktu itu. Intinya, menurut beliau –dan sepertinya ini berdasarkan pengalaman beliau- bahwa kosa kata yang ada di dalam 50 ayat pertama surat al-Baqarah adalah kosa kata yang sering berulang dan sering dipakai di dalam ayat-ayat lain dalam al-Qur’an. Jadi, kalau kita hafal semua kosa kata yang ada di dalam 50 ayat pertama surat al-Baqarah akan sangat membantu kita untuk bisa memahami arti ayat-ayat yang lain.

 

Saya sendiri belum pernah melakukan penelitian lebih lanjut. Namun kalau saya perhatikan, kosa kata yang ada di 50 ayat pertama surat al-Baqarah adalah kosa kata yang sering saya jumpai di dalam buku-buku kaidah bahasa Arab (Nahwu-Shorof) dan juga di dalam kitab-kitab ulama. Jadi sepertinya memang kosa kata yang ada di dalamnya sering digunakan dan sering berulang.

 

Kemudian juga, susunan kata dalam 50 ayat pertama surat al-Baqarah adalah susunan yang mudah untuk difahami. Jika kita sudah selesai mempelajari ilmu Nahwu-Shorof tingkat dasar, sangat bagus sekali jika kita mau mempraktikkan kaidah yang sudah kita pelajari dengan membaca dan memahami 50 ayat pertama surat al-Baqarah ini. Insya Allah kita akan jadi lebih faham dengan kaidah Nahwu-Shorof yang sudah kita selesaikan di tahap awal.

 

Nah, demikian. Kalau Anda ingin membuktikannya, silakan coba sendiri. Saya tunggu komentar dari Anda semua.

 

Wallahu a’lam.

 

 

Jakarta, Jum’at pagi 2 Rajab 1435H/2 Mei 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

 

# Mohon kiranya kawan-kawan mendoakan kesembuhan untuk ibu penulis yang saat ini sedang sakit. Jazakumullah khairan… wa Barakallahu fiikum….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: