SAYA HARAP ANTUM PUN BISA MENULIS BUKU

menantu idealSaya harap Antum, khususnya para pembaca KITAB FAHIMNA, bisa menulis buku kaidah Nahwu-Shorof juga. Tidak perlu yang tinggi-tinggi. Cukup yang dasar-dasar saja.

 

Kenapa saya berharap begitu?

 

>>> Tiada yang Sempurna

 

Ya, di dunia ini, tidak ada satupun kitab yang sempurna selain Kitabullah (Al-Qur’an). Bahkan kitab Shahih Bukhari yang dianggap kitab paling shahih setelah al-Qur’an tak lepas dari kritikan. Apalagi kitab-kitab yang ada setelahnya. Tentu lebih tidak aman lagi dari kritikan.

 

Bisa jadi penulis kitab merasa kitabnya sudah bagus. Namun setelah kitab itu dia baca-baca lagi, ternyata masih ada yang menurutnya perlu dibenahi. Ada yang harus ditambah, dikurangi, atau dipindah letak pembahasannya.

 

Ini menurut penulisnya sendiri. Menurut pembacanya mungkin beda lagi. Seperti halnya saya ketika dahulu masih sering membaca kitab-kitab Nahwu tingkat dasar. Saya kadang merasa saat membaca sebuah kitab “Kayaknya pembahasan ini dihilangin aja deh….. Kayaknya posisi pembahasan ini dikebelakangkan saja…… Kayaknya lebih bagus pembahasan ini dikedepankan……”. Akhirnya saya pun kemudian menulis kitab Nahwu-Shorof tingkatan pemula dengan judul FAHIMNA.

 

Tentu saja menurut saya KITAB FAHIMNA urutan-urutan pembahasannya sudah tepat. Tapi Anda mungkin punya pandangan yang berbeda. Oleh karena itu, maka saya sarankan kepada Anda untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan menurut versi Anda. Silakan Anda tuangkan dalam bentuk buku Nahwu-Shorof yang baru dengan judul baru dan ditulis oleh penulis baru. Siapa dia? Ya Anda sendirilah penulisnya itu!

 

>>> Agar Belajar Lebih Efektif

 

Kira-kira mana yang lebih efektif: Membaca hanya sekedar untuk mendapatkan informasi atau membaca dengan tujuan untuk mengkritisi? Membaca hanya sekedar ingin tahu atau membaca dengan tujuan untuk menulis buku?

 

Kalo berdasarkan pengalaman saya, membaca dengan niat mengkritisi atau dengan niat untuk menuliskan sebuah buku jauh lebih efektif dibanding membaca hanya sekedar ingin tahu. Kita jadi lebih peka dan berkonsentrasi. Dan hasil yang kita peroleh jadi lebih baik. Kita jadi lebih faham.

 

Nah, makanya saya harap Antum berniat menulis buku saat membaca dan mempelajari KITAB FAHIMNA. Agar Antum membacanya jadi lebih konsentrasi. Dan semoga dengan begitu, Antum jadi lebih faham.

 

Demikian saja. Saya tunggu buku karya Antum semua.

 

 

 

Bogor, Sore hari Kamis 15 Rajab 1435H/15 Mei 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: