SAYA MASIH MERASA BERAT…

sumur timbaPertanyaan:

 

“Jujur saja, sampe sejauh ini saya masih agak berat baca kitab gundul. Gimana nih tadz? Mohon pencerahannya.”

 

Jawaban:

 

Untuk menjawab pertanyaan ini saya ingin memberikan sedikit permisalan. Misalnya di belakang rumah kita ada sumur. Kemudian kita ingin mengisi penuh bak mandi kita dengan air dari dalam sumur itu. Kira-kira lebih ringan mana:

 

>>> Kita menimba air saat fisik sedang lemah atau saat fisik sedang kuat?

>>> Dengan ember besar atau ember kecil?

>>> Saat kita jarang nimba atau setelah kita sering dan terbiasa nimba?

 

Tentu saja jawabnya: Kita akan merasa ringan nimba air sumur saat fisik kita sedang kuat, dengan ember kecil, dan kita memang sudah terbiasa nimba air.

 

Nah, sama juga halnya dengan baca kitab. Supaya kita bisa merasa ringan dan mudah baca kitab, maka:

 

>>> Fisik kita harus kuat dulu. Maksudnya, kita harus faham dulu dengan baik kaidah Nahwu-Shorof. Sebab, kidah Nahwu-Shorof adalah modal penting untuk bisa baca kitab gundul. Jika Nahwu-Shorof kita lemah, maka kita akan kesulitan untuk bisa baca kitab. Fahami dengan baik terlebih dahulu semua kaidah Nahwu-Shorof yang ada di tingkat dasar dan lanjutan.

 

>>> Dengan ember kecil. Maksudnya, untuk sarana latihan gunakanlah sarana latihan yang mudah-mudah dulu. Jangan langsung belajar baca tulisan yang panjang-panjang. Satu kalimat atau satu paragraf tidaklah mengapa. Yang penting kita bangkitkan dulu kepercayaan diri kita. Saya sarankan, gunakan terlebih dulu saran latihan yang sudah saya buat berikut ini:

METODE FAHIMNA SOAL

METODE FAHIMNA KUNCI

DOWNLOAD di SINI

 

 

Atau sarana latihan yang ada di SINI dan SINI

 

>>> Terbiasa nimba. Maksudnya, kita terbisa latihan. Dengan sering-sering berlatih (dan berlatihnya dimulai dari yang ringan dulu) kita nantinya lama kelamaan akan jadi terbiasa untuk membaca tulisan-tulisan berbahasa Arab tanpa harokat. Kita akan semakin banyak mufrodat yang akan membuat kita semakin mudah membaca dan memahami isi kitab.

 

Jadi kesimpulannya:

 

>>> Kuasai dulu Nahwu-Shorof tingkat dasar dan lanjutan.

>>> Gunakan sarana latihan yang ringan terlebih dahulu.

>>> Sering-seringlah berlatih.

 

[NASEHAT SAYA]

Terakhir, untuk kawan-kawan yang saat ini sedang belajar bahasa Arab, saya ingin memberikan nasihat begini:

Belajarlah secara bertahap. Jangan tergesa-gesa! Mulailah berlatih dari yang ringan-ringan terlebih dahulu. Terus….dan teruslah berlatih.

Belajarlah dari anak kecil. Saat dia baru bisa berdiri, apakah dia langsung bisa berlari?! Tentu tidak, bukan? Dia mulai belajar melangkah pelan dulu. Sedikit demi sedikit. Kadang jatuh, kemudian dia bangun lagi. Jatuh lagi, terus bangun lagi. Namun dia tetap sabar dan semangat belajar. Akhirnya dia pun bisa melangkah sedikit demi sedikit. Selangkah, dua langkah, hingga akhirnya bisa berlari cepat bersama kawan-kawannya yang lain.

Demikisan saja. Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam.

 

 

Bogor, Sabtu dini hari 24 Rajab 1435H/24 Mei 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: