KUNJUNGAN ANGGOTA PKB KE RUMAH SAYA

PKBPada kesempatan kali ini, saya ingin mengambil pelajaran dari kunjungan salah seorang anggota PKB ke rumah saya. Pelajaran yang ingin saya ambil terkait dengan STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB.

 

Ceritanya begini….

 

Pada hari sabtu beberapa minggu yang lalu saya pulang ke rumah orang tua saya di Jakarta. Seperti biasa, saat sedang berada di Jakarta, istri saya minta diantar ke Pasar Cipulir untuk berbelanja baju-baju daster, baju anak, dll. Baju-baju itu rencananya akan dijual lagi, baik secara langsung maupun via online (Lapaknya ada di SINI).

 

Seingat saya waktu itu saya pulang dari Pasar Cipulir mendekati waktu Dzuhur. Setelah sholat Dzuhur dan makan, maka saya pun bersiap-siap untuk tidur siang. Sebab waktu itu memang badan terasa sangat capek. Bayangkan saja. Dari Bogor subuh naik motor ke Jakarta (Lama perjalanan sekitar 2 jam). Kemudian baru beberapa menit sampai di Jakarta, sudah harus naik motor lagi ke Pasar Cipulir. Ditambah lagi harus menemani istri keliling pasar sambil bawa-bawa barang belanjaan yang lumayan berat.

 

Ketika mata ini baru mau terpejam, tiba-tiba pintu kamar saya di ketuk oleh ayah saya.

 

“Ada yang nyariin tuh!”

 

Bergegas saya pun keluar. Tampak berdiri di depan rumah saya seorang anak muda seusia saya yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi saya. Dia kawan saya di SMA dulu. Meski sudah sekitar 10-an tahun kami tak berjumpa, namun saya masih bisa mengenalinya dengan baik. Tidak terlalu banyak perubahan pada penampilannya. Hanya sedikit lebih tinggi dari yang dulu.

 

Saya dan dia adalah kawan baik. Hubungan kami sangat dekat. Kami dahulu sewaktu SMA sama-sama duduk di pojok kanan belakang sekolah. Oleh karena itu kemudian kami membentuk geng bernama PKB yang merupakan singkatan dari Pojok Kanan Belakang. Itu sekitar tahun 1997. Jadi sebelum partai PKB ada, kami sudah lebih dulu mendeklarasikan geng PKB.

 

Kawan saya ini dulu prestasinya biasa-biasa saja. Sama seperti saya. Namun Alhamdulillah dulu saya sedikit lebih unggul dari dia. Namun sekarang sepertinya dia jauh lebih unggul dari saya dalam ilmu-ilmu dunia. Sebab dia kuliah S2 di luar negeri. Sekarang dia sudah bergelar master.

 

Kami pun kemudian terlibat perbincangan. Saya tanyakan kabarnya dan dia pun menanyakan kabar saya. Dari hasil perbincangan saya dapatkan infromasi bahwa dia sekarang sudah hidup dengan mapan. Dia sudah punya rumah mewah lengkap dengan tamannya. Dia juga punya mobil sekarang. Gaji perbulan yang dia dapat sekitar 25 juta rupiah.

 

Dia cerita bahwa dia pernah kerja di timur tengah. Namun dia tetep nggak bisa bahasa Arab.

 

“Ane pernah kerja di timur tengah. Tapi nggak bisa-bisa bahasa Arab” ucapnya.

 

“Lho, bukannya di sana komunikasinya pake bahasa Arab?”

 

“Orang-orang sih iya, tapi ane nggak”

 

 

Nah, barangkali ini saja sedikit cerita dari saya. Dari cerita singkat ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa terkadang ada orang yang punya kesempatan emas untuk bisa meraih sesuatu. Namun dia tidak memanfaatkan kesempatan itu. Kenapa? Diantara penyebabnya adalah karena dia tidak punya keinginan kuat untuk bisa meraih sesuatu itu.

 

Seperti halnya kawan saya itu. Dia sebenarnya punya kesempatan emas untuk bisa menguasai bahasa Arab. Sebab dia pernah sekian tahun lamanya kerja di Negara arab. Tapi, kenapa dia tetap tidak bisa juga bahasa Arab? Dugaan kuat saya adalah: karena dia tidak ada keinginan kuat untuk biasa bahasa Arab. Bahkan mungkin keinginan biasa pun tidak ada.

 

 

Berbeda halnya ketika kawan saya itu ingin kuliah di luar negeri. Dia jadi semangat dan terdorong kuat untuk belajar bahasa Inggris. Padahal sebelumnya dia tidak terlalu semangat belajar bahasa Inggris. Namun karena ada alasan yang kuat –yaitu agar bisa kuliah di luar negeri- maka muncul keinginan kuat untuk bisa bahasa Inggris. Dia pun akhirnya jadi jago bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan.

 

Nah, jadi kesimpulannya, jika kita ingin bisa bahasa Arab (atau ingin bisa meraih apapun yang kita inginkan), maka kita hadirkan keinginan kuat dari dalam diri kita untuk bisa bahasa Arab. Caranya ialah dengan menemukan alasan yang kuat “Kenapa kita harus belajar bahasa Arab? Apa manfaatnya jika kita bisa bahasa Arab? Apa sengsaranya jika kita tidak bisa bahasa Arab?” (Untum bisa memunculkan keinginan kuat, silakan baca ebook STRATEGI SUKSES BELAJAR BAHASA ARAB. Download gratis di SINI).

 

Insya Allah, jika kita sudah punya alasan yang kuat, maka keinginan kita pun akan kuat. Dan dengan adanya keinginan kuat itu, kita pun nantinya akan terdorong untuk melakukan tindakan.

 

Demikian saja. Semoga bermanfaat.

 

 

Bogor, Jum’at pagi 15 Sya’ban 1435H/13 Juni 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: