50 AYAT PERTAMA SURAT AL-BAQARAH

50 KEDUDUKANPENGANTAR PENYUSUN

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Alhamdulillah, atas pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala akhirnya saya bisa menyelesaikan buku PENJELASAN KEDUDUKAN KATA & TERJEMAH PERKATA dari 50 AYAT PERTAMA SURAT AL-BAQARAH.

 

Ada sebuah cerita menarik yang memotivasi saya untuk menulis buku ini. Pernah suatu hari saya mengikuti acara pengajian di sebuah masjid. Acaranya rutin dilaksanakan setiap pekan sekali. Pembahasannya tentang tafsir al-Qur’an. Sebelum menjelaskan maksud ayat secara keseluruhan, ustadz yang mengisi pengajian terlebih dahulu menerjemahkan arti perkata yang ada di setiap ayat.

 

Pada suatu ketika, sang ustadz pernah berkata kepada para peserta kajian. Kata dia, jika kita hafal arti dari semua kata yang terdapat pada 50 ayat pertama surat al-Baqarah, maka kita akan mudah menerjemahkan ayat-ayat al-Qur’an yang lain. Sebab kata-kata yang terdapat pada 50 ayat pertama surat al-Baqarah sering digunakan dan diulang-ulang pada ayat yang lain.

 

Saya sendiri belum pernah melakukan penelitian khusus tentang hal ini. Namun, kalau saya perhatikan sekilas, memang kata-kata yang terdapat pada 50 ayat pertama surat al-Baqarah sering dijumpai pada surat-surat yang lain. Bahkan saya sering pula menjumpainya di dalam kitab-kitab gundul yang pernah saya baca.

 

Oleh karena itu, sangat bagus kiranya bagi kita semua yang ingin bisa membaca dan memahami kitab gundul (dan memahami isi al-Qur’an), untuk menghafal semua arti kata yang terdapat pada 50 ayat ini. Dan untuk memudahkan para pelajar pemula dalam belajar bahasa Arab, maka saya tulis dua buku ini.

 

Buku pertama membahas arti perkata dari setiap ayat. Dan buku kedua membahas kedudukan kata dalam setiap ayat. Harapan saya, setelah membaca kedua buku ini, para pembaca nantinya:

 

  • Lebih mudah dalam memahami setiap ayat al-Qur’an yang dibaca.
  • Memiliki bekal mufrodat yang cukup untuk bisa memahami kitab gundul yang dibaca. Minimal kitab-kitab kecil (kutaib) yang ditulis oleh para ulama.
  • Semakin faham kaidah Nahwu-Shorof yang sudah dipelajari.

 

Demikian saja. Semoga yang saya tulis ini bernilai ikhlas di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bermanfaat untuk kaum Muslimin.

 

 

Bogor, Ramadhan 1435 H

Juli 2014 M

Muhammad Mujianto Al-Batawie

—–oOo—–

Untuk PEMBELIAN, KLIK DI SINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: