ISIM FA’IL, FA’IL, ISIM MAF’UL, MAF’UL BIH

buah pir bayiKetika belajar ilmu Shorof, kita akan bertemu dengan istilah “ISIM FA’IL” dan “ISIM MAF’UL”. Dan ketika belajar ilmu Nahwu, kita akan bertemu dengan istilah “FA’IL” dan “MAF’UL BIH”.

 

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah: Apakah kedua istilah ini sama? Apakah ISIM FA’IL sama dengan FA’IL”? Apakah ISIM MAF’UL sama dengan MAF’UL BIH?

 

Jawaban:

 

Berbeda! Penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

  • Isim fa’il dan isim maf’ul adalah istilah dalam ilmu Shorof, sedangkan fa’il dan maf’ul bih adalah istilah dalam ilmu nahwu.
  • Isim fa’il dan isim maf’ul adalah POLA KATA, sedangkan fa’il dan maf’ul bih adalah KEDUDUKAN KATA dalam kalimat.
  • Isim fa’il BELUM TENTU menjadi FA’IL dan isim maf’ul BELUM TENTU menjadi MAF’UL BIH. Begitupun juga fa’il BELUM TENTU berasal dari ISIM FA’IL dan maf’ul bih BELUM TENTU berasal dari ISIM MAF’UL.

 

Contoh:

 

ضرب منصورٌ قاتلًا

 

ORANG YANG DITOLONG memukul ORANG YANG MEMBUNUH

 

Perhatikan contoh di atas! ISIM MAF’UL berkedudukan sebagai FA’IL, sedangkan ISIM FA’IL berkedudukan sebagai MAF’UL BIH.

 

Jadi intinya, telitilah dalam menggunakan istilah!

 

Semoga bermanfaat.

 

 

 

Bogor, Kamis 16 Dzulqo’dah 1435H/11 September 2014

 

Muhammad Mujianto al-Batawie

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: