# KISAH NYATA: PROSES LAHIRNYA KITAB FAHIMNA (BAG-1)

FAHIMNA SIAP KIRIM LENGKAP edit1SERIAL KITAB FAHIMNA yang saya tulis tidaklah lahir dengan begitu saja. Tidak paginya ditulis, kemudian sorenya atau esok harinya langsung jadi buku. Tidak! Tapi kitab ini lahir melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan. Kalau saya hitung-hitung, dari mulai menyemai benih hingga akhirnya lahir jadi 10 BUKU, butuh waktu sekitar 5 tahun lamanya.

Insya Allah, saya akan cerita sedikit kisah pengalaman saya menulis KITAB FAHIMNA. Semoga bermanfaat dan bisa mengispirasi serta memotivasi kawan-kawan untuk mau berbagai keahlian yang dimiliki lewat sebuah tulisan yang sederhana namun mudah dimengerti oleh orang-orang awam.

Mmm….. dari mana ya saya akan memulainya? Sebentar…sebentar…. Oya, mungkin dari sini saja.

>>> Berawal dari Sebuah Permintaan

Suatu ketika seorang mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) datang menemui saya.

“Mas, bisa ngajarin temen-temen bahasa Arab nggak?”

Mahasiswa ini dulunya masih menjadi mahasiswa S1 di IPB. Kalau tidak salah, saat meminta saya mengajar bahasa Arab, dia waktu itu masih berada di tingkat 3 (Semester 6). Saat itu dia menjabat sebagai ketua Forum Kajian Islam Mahasiswa di sekitar kampus IPB Darmaga Bogor. Sekarang, saat cerita ini saya tulis, dia sedang kuliah S3. Dia kini juga sudah berkeluarga dan sudah dikaruniai seorang anak.

al-muyassarKarena waktu itu saya memiliki banyak waktu luang, maka saya penuhi permintaannya. Saya pun menyiapkan segala sesuatunya. Saya buka-buka kembali buku kaidah bahasa Arab yang saya punya. Saya tentukan buku Nahwu yang nanti akan digunakan adalah KITAB AL-MUYASSAR FI ‘ILMIN NAHWI karya Al-Ustadz Aceng Zakariya. Sedangkan untuk ilmu Shorofnya digunakan BAGAN INTISARI ILMU SHOROF yang sudah saya buat. Ditambah sedikit penjelasan dari KITAB MUKHTAROT karya Al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron.

INTISARI ILMU SHOROF2Waktu itu saya pilih KITAB AL-MUYASSAR sebagai buku panduan karena menurut saya kitab ini mudah untuk difahami. Dahulu saat awal belajar ilmu Nahwu pun saya menggunakan kitab ini sebagai panduan. Kemudian saya pun sudah beberapa kali mengajarkan kitab ini ke teman-teman saya yang lain. Alhamdulillah mereka dengan mudah memahaminya.

Hanya saja saya tidak merekomendasikan kitab ini bagi orang yang baru belajar bahasa Arab dan belajarnya pun secara otodidak (tanpa bimbingan guru secara langsung). Sebab kitab ini hampir seluruhnya berbahasa Arab. Sehingga tentu saja butuh adanya guru untuk mengajarkannya. Tidak bisa dipelajari sendiri. Gimana mau dipelajari sendiri kalau buka kamus bahasa Arab saja masih belum bisa, ya kan?!

Kalau tidak salah waktu itu dalam seminggu ada tiga kali pertemuan. Cuma saya lupa harinya kapan saja. Waktunya ba’da Maghrib sampai ba’da Isya (sekitar jam 8-an). Belajarnya di sebuah mushollah yang terletak di tengah-tengah pemukiman mahasiswa di daerah BARA (Babakan Raya) Kampus Dalam IPB Bogor. Yang hadir hampir semuanya mahasiswa IPB. Cuma satu orang yang sudah alumni. Kebanyakannya Mahasiswa S1. Yang dari D3 cuma sekitar 2-3 orang seingat saya.

P1120972Pertemuan pertama pun kemudian dimulai. Yang hadir cukup banyak. Sebelum menyampaikan materi pelajaran, saya berikan sedikit pengantar tentang pentingnya belajar bahasa Arab. Saya kutip sebagiannya dari mukadimah Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah saat beliau men-syarah kitab al-Ajurrumiyyah. Saya kutip perkataan beliau dari dalam kitab at-Ta’liqoot al-Jaliyyah yang saya bawa.

Setelah itu pelajaran pun dimulai. Alhamdulillah pada pertemuan pertama dan juga pertemuan di beberapa minggu kedepan berjalan lancar. Yang hadir masih cukup banyak. Mereka juga terlihat semangat untuk mengerjakan setiap tugas yang saya berikan.

Setelah beberapa kali pertemuan, ada satu hal yang kemudian mengusik pikiran saya waktu itu. Satu hal inilah yang kemudian mendorong saya untuk melakukan sesuatu.

Insya Allah bersambung….

Bogor, Malam Ahad 18 Rabiul Akhir 1436 H/7 Februari 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie

One Response to # KISAH NYATA: PROSES LAHIRNYA KITAB FAHIMNA (BAG-1)

  1. […] Setelah terbit buku ke-2 saya yang berjudul “Paspor Kematian”, saya sudah tidak terlalu sering lagi menulis. Dan, saat sedang menunggu naik cetaknya buku ke-3 saya berjudul “Agar HP Bikin Kamu Masuk Surga”, saya sudah benar-benar berhenti menulis. Waktu itu saya hanya menunggu kabar beberapa naskah yang saya kirim ke beberapa penerbit. Saat itulah datang seorang kawan mahasiswa IPB meminta saya untuk mengajarkan bahasa Arab (Baca kembali ceritanya di SINI). […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: