# KISAH NYATA: PROSES LAHIRNYA KITAB FAHIMNA (BAG-5)

Kisah sebelumnya bisa dibaca di SINI

BELAJAR SENDIRI>>> Menjadi Editor Bahasa

Pada tahun 2006, saya bekerja di sebuah penerbit buku Islam di bogor. Posisi saya sebagai editor naskah-naskah terjemahan sebelum naik cetak.

Waktu itu pekerjaan saya setiap hari adalah duduk di belakang meja. Di hadapan saya ada naskah terjemahan dan kitab asli berbahasa Arab yang diterjemahin.

Saya baca dulu kitab asli yang berbahasa Arab. Biasanya saya baca perkalimat. Kemudian saya cek naskah terjemahannya. Jika ada terjemahan yang keliru, maka saya betulkan. Jika bahasa terjemahannya sulit difahami, maka saya perbaiki dan sederhanakan. Dan jika ada isi kita yang belum diterjemahin (terlewat), maka sayalah yang kemudian menerjemahkannya.

Saya menikmati pekerjaan saya ini. Sebab saya memang senang dengan bahasa Arab dan saya pun hobi menulis. Jadi pekerjaan ini cocok dengan saya. Walaupun terkadang ada rasa kesal juga. Lho, kok bisa?

Begini. Terkadang ada naskah terjemahan yang dikirim ke penerbit dalam kondisi yang terkesan “asal”. Sepertinya si penerjemah tidak membaca lagi hasil terjemahannya itu. Dugaan saya dia menerjemahkan langsung di depan komputer, kemudian tanpa dia baca lagi terjemahannya itu dari awal, dia langsung cetak dan dikirim ke penerbit. Padahal bahasanya masih membingungkan. Tidak jelas maksudnya apa. Sehingga saya jadi pusing meriksanya. Akhirnya, banyak hal yang harus saya perbaiki.

Terkait naskah terjemahan yang asal ini, saya juga pernah punya pengalaman membantu seorang ustadz lulusan madinah yang bekerja sebagai editor kitab terjemahan. Saya ditugaskan untuk membaca naskah terjemahan. Sementara si ustadz melihat kitab aslinya yang berbahasa Arab. Saat membaca naskah terjemahan itu, saya saja bingung. Ustadz pun bingung. Bahasanya aneh dan sulit difahami. Akhirnya, ustadz pun jadi pusing. Sehingga naskah itu dialihkan ke editor lainnya. Padahal baru diperiksa beberapa lembar saja.

Saat bekerja sebagai editor, kondisi saya bisa dibilang cukup nyaman. Setiap bulan digaji lumayan. Saya pun diberi tempat tinggal gratis di kantor. Setiap siang dapat jatah makan siang. Menunya lumayan mewah bagi saya. Seringnya rendang atau ayam bakar. Padahal sebelumnya, paling-paling saya makan cuma pake telur dan sayur. Itu pun saya merasa sudah paling mewah.

Terkadang saya juga diminta oleh pimpinan perusahaan untuk menerjemahkan kitab. Tentu saja saya harus mengerjakannya di luar jam kerja. Biasanya saya lakukan saat liburan (Sabtu & Ahad). Dari menerjemahkan kitab ini, sayapun bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup lumayan. Seingat saya, perlembar naskah terjemahan waktu itu dihargai Rp.8.000. Perlembar maksudnya satu halaman kertas A4, font 12, dan spasi 1,5.

Suasana kerja di kantor bisa dibilang nyaman. Antar karyawan saling menghormati. Hubungan karyawan dengan atasan pun baik. Dan yang paling penting, setiap waktu sholat, semua aktivitas di kantor dihentikan sejenak. Kemudian semua karyawan pun bergegas menuju mushola untuk sholat berjama’ah.

Menjelang akhir tahun 2007, perusahaan tempat saya bekerja mengalami goncangan. Krisis keuangan terjadi. Sepertinya pimpinan perusahaan telah salah dalam membuat kebijakan-kebijakan yang membuat kondisi keuangan perusahaan jadi sekarat. Akhirnya diputuskanlah untuk mengurangi jumlah karyawan.

Waktu itu saya termasuk karyawan yang masih dipertahankan. Saya diberi tawaran untuk tetap bekerja di perusahaan. Namun karena saya merasa suasana bekerja di perusahaan sudah tidak nyaman lagi, maka saya pun memutuskan untuk keluar.

Setelah keluar, saya memutuskan untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya dulu yang sempat tertunda. Saya ingin menulis buku!

Insya Allah bersambung….

Bogor, Selasa Pagi 20 Rabiul Akhir 1436 H/10 Februari 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: