# KISAH NYATA: PROSES LAHIRNYA KITAB FAHIMNA (BAG-6)

Kisah sebelumnya bisa dibaca di SINI

menantu ideal>>> Menjadi Penulis Buku

Setelah tidak bekerja di penerbit buku, saya kemudian memutuskan untuk menulis buku. Saya ingin bisa mendapatkan penghasilan dari menulis buku. Bahkan mimpi besar saya waktu itu, saya ingin menjadi kaya dengan menulis buku.

Ketika itu, saya banyak membaca kisah para penulis sukses dunia. Banyak yang awalnya hidup melarat. Akhirnya, mereka pun bisa kaya dengan menulis buku. Nah, saya ingin menjadi seperti mereka. Dan saya yakin bisa.

Bayangan saya waktu itu, saya bisa menjadi seperti Andrea Hirata yang sekali menulis buku langsung dapat royalti milyaran rupiah. Atau minimal seperti Salim A. Fillah yang buku pertamanya langsung meledak di pasaran. Bayangan-bayangan inilah yang mendorong saya untuk segera mulai menulis buku.

Bagi saya menulis buku bukanlah perkara yang sulit. Sebab:

Pertama, saya sudah terbiasa menulis. Saat masih kuliah, saya sering menulis artikel untuk buletin rohis kelas. Saya juga biasa menulis artikel untuk dikirim ke koran dan majalah. Alhamdulillah, puluhan artikel (bahkan sepertinya sudah sampai sertusan lebih) yang berhasil saya tulis. Sebagiannya ada yang dimuat di koran dan majalah. Kebanyakannya ditolak.

Kedua, saya sudah banyak membaca buku tentang kiat penulisan, baik menulis artikel maupun menulis buku. Saya juga mengoleksi ratusan artikel tentang kiat menulis.

Kedua, saya memiliki cukup banyak pengetahuan Islam tingkat dasar. Kebanyakannya berasal dari buku-buku Islam yang pernah baca. Dahulu, saat masih kuliah, saya pernah menjadi petugas perpustakaan sebuah majelis ta’lim. Sehingga hampir semua buku yang ada diperpustakaan sudah pernah saya baca. Jika ada orang yang mau minjam buku tentang suatu tema, saya tahu buku apa yang sebaiknya mereka baca.

Nah, ketiga alasan inilah yang membuat saya mudah dalam menulis buku. Ditambah lagi, saya hanya ingin menulis tema yang memang saya kuasai dan fahami serta mudah mendapatkan referensinya. Saya tidak ingin menulis tema yang berat.

Dan Alhamdulillah, semua tema buku yang hendak saya tulis sudah saya punya buku-buku referensinya. Kalaupun tidak saya punya, saya tahu buku-buku itu ada di di perpustakaan Islam yang dulu saya pernah jadi petugas jaganya. Saya nanti tinggal meminjamnya ke sana.

Waktu itu uang yang saya miliki jumlahnya tidak seberapa. Uang gaji selama bekerja di penerbitan buku sudah hampir habis. Kebanyakannya saya gunakan untuk makan dan membeli buku serta kitab berbahasa Arab.

Untuk kelancaran menulis, saya pun kemudian membeli monitor bekas. Adapun CPU-nya saya pinjam dari salah seorang kawan. Kemudian mulailah saya menulis buku dengan cara yang sudah saya ceritakan di kisah sebelumnya.

Tak lama kemudian jadilah beberapa buku. Semuanya berupa buku bacaan Islam. Segera saya kirimkan ke beberapa penerbit buku Islam yang memang menerima naskah dari penulis luar. Ada yang saya kirim lewat email dan ada yang berupa naskah yang sudah saya bentuk jadi buku.

Rata-rata butuh waktu sekitar 2-3 bulan untuk menunggu jawaban dari penerbit. Waktu yang cukup lama. Namun, saya tetap sabar menunggu. Sambil menunggu, saya masih terus menulis buku.

Insya Allah bersambung….

Bogor, Rabu Siang 21 Rabiul Akhir 1436 H/11 Februari 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: