TERKADANG KITA LUPA (NASIHAT UNTUK IKHWAN FESBUKER)

sifat hijab syar'iDahulu, di dekat tempat saya tinggal ada kajian KAIDAH FIQIH. Yang dibahas kitab “Risalah fi al-Qowa’id al-Fiqhiyyah” karya Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pengajarnya ustadz muda lulusan Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah.

Suatu ketika sang ustadz pernah berkata begini:

“Belajar kaidah fiqih mah gampang…. yang susah itu prakteknya….”

Demikian kurang lebih ucapan beliau yang saya ingat.

Apa yang beliau katakan memang benar. Ketika belajar kaidah fiqih atau ushul fiqih bisa jadi sekali baca bukunya kita langsung faham. Namun, ketika ingin mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita bingung. Bahkan sering kaidah yang sudah kita pelajari itu terlupakan.

>>> Contoh Kasus

Misalnya saja begini. Ketika berselancar di dunia maya, kadang kita dapati sebuah artikel yang bagus dan bermanfaat. Kita pun tertarik untuk membagikannya kepada kawan-kawan lain lewat fesbuk. Lalu kita copy-paste linknya.

Tiba-tiba muncul gambar wanita beserta link yang hendak kita bagikan (Kadang wanita itu berpakaian tapi telanjang). Namun, kita tetap tekan tombol “post” tanpa kita hapus gambar wanita itu. Sehingga kawan-kawan kita yang lain bisa “menikmati” wajah wanita itu.

Tanpa sadar, kita telah memberi fasilitas kawan kita yang lain untuk melakukan “zina mata”. Dan ini tentu saja adalah sebuah dosa dan kerusakan. Bahkan dosa yang akan kita dapat bisa bertumpuk-tumpuk tergantung banyaknya orang yang menikmati wajah wanita dalam gambar itu. Belum lagi kalau mereka share lagi kepada yang lain.

Padahal kita telah belajar kaidah:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

“Menolak mafsadat lebih didahulukan daripada mendatangkan mashlahat”

Lalu, kemana kaidah yang sudah kita pelajari ini? Apakah kita lupa?

Entahlah…..

Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berilmu dan bisa mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari.

Wallahu a’lam.

Bogor, Rabu 13 Jumadal Ula 1436H/5 Maret 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie

BAHAN BACAAN:

http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=7271&PageNo=1&BookID=5

http://muslimah.or.id/manhaj/kaidah-penting-menolak-mafsadat-didahulukan-daripada-mengambil-manfaat.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: